Dokumen Rahasia Bocorkan Penasehat Trump Berkomplot Dengan Rusia

FBI mengutip sumber yang diklaim memiliki rekam jejak tentang pemberian informasi yang dapat dipercaya.

Dokumen Rahasia Bocorkan Penasehat Trump Berkomplot Dengan Rusia
MIKHAIL KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP
Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri konferensi APEC di Danang, Vietnam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Biro Penyelidik Federal (FBI) meyakini mantan penasihat kampanye Donald Trump berkonspirasi dengan Rusia untuk mempengaruhi pemilu presiden AS pada 2016.

Demikian yang diungkap dalam dokumen rahasia yang dirilis ke media AS.

Diwartakan AFP pada Minggu (22/7/2018), The New York Times mempublikasikan dokumen yang diajukan FBI ke Pengadilan Pengawasan Intelijen Asing pada Oktober 2016.

Nama Carter Page, mantan penasihat kebijakan luar negeri untuk kampanye Trump, terdapat dalam dokumen sebanyak lebih dari 400 lembar itu.

The New York Times, bersama USA Today dan media lainnya, mengajukan Freedom of Information Act untuk mendapat materi itu, yang kemudian dikeluarkan oleh Kementerian Kehakiman dengan banyak rincian telah disunting.

"FBI yakin Page telah menjadi subjek kolaborasi yang ditargetkan oleh pemerintah Rusia," tulis FBI dalam dokumen.

Setelah kalimat itu, ada bagian yang dihitamkan. Kemudian berlanjut dengan kutipan berikut.

"... merusak dan mempengaruhi hasil pemilihan presiden 2016 yang melanggar hukum kriminal AS," lanjut dokumen tersebut.

"FBI yakin Page telah bekerja sama dan berkonspirasu dengan pemerintah Rusia," demikian tertulis pada dokumen.

Dalam dokumen yang dirilis pada Sabtu lalu itu, FBI mengutip sumber yang diklaim memiliki rekam jejak tentang pemberian informasi yang dapat dipercaya.

Halaman
12
Editor: Try Sutrisno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help