Rekor Menyelam Massal Wanita Bakal Digelar di Manado, Kota Tinutuan Terpilih Karena Hal Ini

Wanita Selam Indonesia (WSI) akan menggelar kegiatan Rekor Menyelam Massal Wanita dan Bendera Terpanjang dalam Laut Indonesia.

Rekor Menyelam Massal Wanita Bakal Digelar di Manado, Kota Tinutuan Terpilih Karena Hal Ini
TRIBUN MANADO/HANDHIKA DAWANGI
Dari kiri ke kanan. Michael Waleleng (EO), Luli Rudi Wakil Ketua Panitia yang mengkoordinir wilayah pusat, Tri Tito Karnavian selaku Ketua Panitia dan Ruthi Bambang Waskito selaku wakil ketua yang mengkoordinir lokasi venue. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Wanita Selam Indonesia (WSI) akan menggelar kegiatan Rekor Menyelam Massal Wanita dan Bendera Terpanjang dalam Laut Indonesia.

Agenda nasional ini rencananya akan digelar di Kota Manado tepatnya di Kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara, pada 11 Agustus 2018 mendatang.

Pada Jumpa Pers di Restoran Wahaha Kawasan Megamas Manado, Sabtu (21/07/2018), Ketua Umum WSI Tri Tito Karnavian yang merupakan istri Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap alasan memilih Manado menjadi lokasi pelaksanaannya.

"Sebenarnya kami menghindari Manado. Karena Manado sudah sangat terkenal dive site-nya. Saya sebetulnya ingin mengangkat daerah lain. Tapi setelah kami survei dari berbagai faktor, seperti akomodasi dan lain sebagainya. Pada rekor Muri ini ternyata bersyukurlah Manado yang terbaik," ujar Tri Tito Karnavian.

Selanjutnya, kenapa memilih Kawasan Megamas Manado?

Panitia mengatakan telah mempertimbangkan banyak hal.

Mulai dari dive site, keamanan penyelam, dan efektifnya kegiatan.

Kenapa Megamas Manado, Michael Waleleng dari EO kegiatan tersebut mengatakan, awalnya panitia melakukan survei di tiga tempat.

Yakni di Dekat Bobocha Malalayang.

"Kedua masih Malalayang namun agak ke dalam sebelum terminal, dan yang ketiga di Kawasan Megamas," ujar dia.

Michael menambahkan, di bagian Malalayang pada Agustus mendatang, titik arusnya lebih kuat.

Panitia sangat mempertimbangkan sisi keamanan penyelam.

"Nah di Kawasan Megamas lokasinya ada tambatan perahu. Arusnya hanya ada satu arah. Tidak melebihi arus berbahaya bagi penyelam. Tempatnya flat pasir. Kita tidak akan merusak biota laut saat melakukan penyelaman. Karena sangat disayangkan ketika membuat rekor namun merusak terumbu karang. Lokasi ini sangat tepat apalagi Panggung hiburan masyarakat Manado itu ada di Megamas," ujar dia. (Tribunmanado.co.id/Handhika Dawangi)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help