Gadis Korban di Kaki Dian Tinggalkan Surat: Orangtua Ingin Bawa Pulang Jenazah Via

Orangtua Sofianti Andirael (15), remaja yang diduga korban mutilasi di kawasan wisata Kaki Dian, Kelurahan Airmadiri

Gadis Korban di Kaki Dian Tinggalkan Surat: Orangtua Ingin Bawa Pulang Jenazah Via
tribun manado
Bertje Manangka dan Meiske Andirael, ayah dan ibu Via, berdiri di depan Mapolres Minut, Jumat (20/7/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI – Orangtua Sofianti Andirael (15), remaja yang diduga korban mutilasi di kawasan wisata Kaki Dian, Kelurahan Airmadiri Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara mendatangi Polres Minut, Jumat (20/7/2018).

Bertje Manangka dan Meiske Andirael asal Desa Kawangkoan, Kecamatan Kalawat, Minut ini ingin segera mengambil jenazah yang diklaim putri mereka.
Ayah dan ibu korban menanyakan kepastian kapan jenazah Via, sapaan akrab korban, bisa dibawa pulang.

“Kami datang untuk menanyakan kapan kami boleh mengambil jenazah atau kerangka dari Sofianti. Siapa tahu boleh cepat. Namun katanya belum boleh lantaran harus diautopsi dulu untuk mengetahui meninggalnya lantaran celaka atau lainnya,” ujar Bertje kepada tribunmanado.co.id, Jumat kemarin.

Meiske menambahkan, ia mengetahui bahwa jenazah anaknya itu dari pakaian yang ditemukan di lokasi kejadian. “Saya tahu dari baju anak saya,” katanya.

Ia mengaku lega setelah ditemukan jenazah yang diduga anaknya itu. “Lega sedikit, sebab selama ini kami khawatir mencari ke mana-mana, dibantu petugas juga, namun nanti didapat sekarang,” ujar sang ibu.

Ia bersyukur terduga yang membonceng anaknya saat pulang dari Kaki Dian sudah ditangkap oleh polisi. “Polisi bilang, laki-laki itu mengaku kalau terjadi kecelakaan, namun yang kami kecewa kenapa dia tidak melaporkan, supaya minimal kami dapat jenazahnya masih utuh,” kata dia.

Kata sang ibu, sudah mendapatkan informasi dari polisi terkait identitas terduga lelaki yang bersama korban pada saat kejadian. “Kami berharap, pelaku bisa dihukum seberat mungkin,” ujarnya.

Penyidik Polres Minut memeriksa dua orang yang diduga mengetahui kejadian itu. Yulianti Gonta sebagai saksi dan NT yang diduga lelaki yang membonceng korban saat turun dari lokasi Kaki Dian. Menurut keterangan dari Yulianti kepada polisi bahwa, saat naik ke atas Kaki Dian pukul 21.00 Wita.

"Katanya saat naik, Yulianti bersama satu temannya, sementara korban bersama terduga tersangka menggunakan motor metik gold, ada stiker doraemon," kata Kasat Reskrim Polres Minut, AKP Aprizal Nugroho SIK didampingi Kanit Reskrim Aiptu Melky Pontoh, Jumat (21/7/2018).

Di Kaki Dian, Yulianti dan temannya duduk di tangga, sementara korban dan terduga tersangka duduk bersama di tempat yang tidak jauh. Selang dua jam, korban dan NT memanggul Yulianti dan temannya pulang.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help