Fasilitas Kredit Bermata Uang Yen dari BNI

Pinjaman bermata uang yen menjadi barang langka di perbankan Indonesia. Itu sebabnya Bank BNI memberikan fasilitas kredit

Fasilitas Kredit Bermata Uang Yen dari BNI
tribunnews
Layanan BNI 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pinjaman bermata uang yen menjadi barang langka di perbankan Indonesia. Itu sebabnya Bank BNI memberikan fasilitas kredit berdenominasi mata uang Jepang itu untuk perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor, guna mendukung ekspor di dalam negeri.

Rico Rizal Budidarmo, Direktur Tresuri dan Internasional Bank BNI mengatakan, skema kredit ini menggunakan pola penjaminan berupa standby letter of credit (SBLC) dari parent company yang berada di Jepang dan diterbitkan oleh bank rekanan BNI di Jepang.

Dengan pola ini, maka asesmen risiko juga ditekankan kepada counterparty yakni bank penerbit atau penjamin SBLC, jadi bukan ditekankan pada calon debitur mereka.

Bank BNI telah mendapatkan pelanggan pertama dari produk kredit yen ini. Bank berlogo angka 46 ini menyalurkan kredit berdenominasi Yen kepada salah satu perusahaan lokal penghasil suku cadang kendaraan yang berorientasi ekspor, yaitu PT Banshu Electric Indonesia.

"Pinjaman dalam bentuk yen ini dimungkinkan dengan adanya dukungan dari Cabang BNI yang berada di Tokyo, Jepang dan juga dari bank rekanan BNI di Jepang yaitu The Hyakujushi Bank Ltd,"kata Rico dalam rilis yang diterima KONTAN, Jumat (20/7).

Pada pinjaman ini, BNI hanya menggunakan syarat satu tahun untuk laporan keuangan perusahaan dan jaminan SBLC.

Peritel Tak Risau Larangan Gerai Asing di Rest Area

Keinginan Presiden Joko Widodo agar gerai-gerai di rest area jangan dikuasai brand asing tidak membuat risau para pemain di bisnis tersebut. Pasalnya, proporsi gerai di rest area belum terlalu besar daripada total gerai yang ada.

PT Rekso Nasional Food, pemilik jaringan gerai makanan cepat saji McDonald's Indonesia mengemukakan, harapan Presiden Jokowi dalam kunjungan ke gerbang tol Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, bukan hal yang perlu dikhawatirkan.

Pasalnya, dari 183 total gerai existing saat ini, tak ada satu pun geraiMcDonald's nongkrong di lokasi rest area. "Ya, kami tidak punya gerai di rest area. Sebagian besar restoran kami saat ini memang stand alone," ujar Sutji Lantyka, Associate Director of Communications PT Rekso Nasional Food kepada KONTAN, Rabu (18/7).

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved