Sepupu Korban Mutilasi di Kaki Dian Gelisah: Polres Minut Selidiki Kematian Via

Teka-teki siapa pemilik jasad yang ditemukan, Selasa (17/7/2018), di kawasan wisata, Kaki Dian, Kelurahan Airmadidi

Sepupu Korban Mutilasi di Kaki Dian Gelisah: Polres Minut Selidiki Kematian Via
KOLASE TRIBUNMANADO/ISTIMEWA
Situasi penemuan mayat tanpa identitas di Kawasan Kaki Dian, Minahasa Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Teka-teki siapa pemilik jasad yang ditemukan, Selasa (17/7/2018), di kawasan wisata, Kaki Dian, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara terungkap. Jenazah itu diduga Sofianti Andirael (15), gadis remaja asal Kalawat, Minut.

Sofianti hilang sejak 18 Juni 2018, 29 hari kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Belum diketahui apa penyebab kematian korban.
Namun berdasarkan penuturan Yanti Gonta (14), sepupu Sofianti, mereka awalnya pergi ke Kaki Dian bersama dua orang cowok.

Sofianti dibonceng oleh NT. Yanti dibonceng seorang cowok lainnya. Mereka berempat sekira pukul 23.00 Wita pergi ke Kaki Dian. “Kami turun dari Bukit Kaki Dian sekitar jam 12 malam.

Ada dua motor. Saya bersama seorang cowok. Dia (Sofianti) juga bersama cowok. Jadi ada dua sepeda motor,” ujar Yanti kepada tribunmanado.co.id, Kamis (19/7/2018) malam.

Yanti menceritakan, saat itu, mereka memang turun bersama-sama. Namun motor yang ditumpangi Sofianti kemudian melaju kencang.

“Saya sudah tidak tahu lagi mereka ke mana. Saya tiba di rumah pada jam setengah satu (pukul 01.30),” ujar Yanti. Ia mengaku gelisah dan tidak bisa tidur. Besoknya, dia bertanya kepada pria yang membonceng Sofianti. “Katanya, Sofianti sudah diantar pulang. Lalu cowok itu mengatakan akan segera ke luar kota,” ujar Yanti.

Masih menurut Yanti, dia dan Sofianti keluar rumah 19.00.”Saat itu kami keluar rumah lalu berjalan kaki ke Pasar Perum di Kalawat. Di sana kami menunggu teman.

Lumayan lama menunggu. Sekitar 25 menit. Kemudian datang satu cowok mengendarai motor. Dia mengajak kami ke toko mebel di Airmadidi. Kami pun pergi,” ujarnya.

Tiba di satu toko mebel, mereka bertiga menunggu satu teman lagi. Seorang pria yang juga mengendarai motor. “Via (korban) kemudian kenalan. Lalu mengobrol sekira setengah jam lebih,” katanya.

Setelah itu, mereka berempat pergi ke rumah cowok yang baru saja datang. Rumahnya di Kelurahan Airmadidi Bawah. “Lumayan jauh masuk ke dalam lorong. Ada banyak lorong. Katanya mau bawa (ambil) handphone,” kata saksi mata ini.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help