7 Atlet Ini Bernasib Kurang Beruntung, Usai Pensiun Jadi OB sampai Pengamen, Hidup Miris di Hari Tua

Bahkan belum lama ini secara pribadi diundang secara langsung Presiden Jokowi ke istana.

7 Atlet Ini Bernasib Kurang Beruntung, Usai Pensiun Jadi OB sampai Pengamen, Hidup Miris di Hari Tua
Istimewa
Denny Thios 

Selain sabetan prestasi yang cukup prestisius tersebut, pria asal Kota Malang ini banyak penghargaan lain yang berhasil didapatkannya. Bahkan antara tahun 1975-1982 dapat dikatakan sebagai era kejayaannya.
Sayangnya, ketika menapaki hari tua, Wongso harus berjuang untuk dapat hidup dan menghidupi keluarganya.

Dia hidup susah dengan bekerja serabutan untuk tetap dapat membayar kontrakan sampai makan sehari-hari.

Di rumah kontrakannya yang dapat dibilang sangat kecil, hanya ada 2 benda paling berharga miliknya, yaitu medali emas pemberian mantan Menpora Abdul Gofur dan Penghargaan Satya Lencana dari mantan Menpora Akbar Tandjung.

2. Denny Thios

Denny Thios
Denny Thios (Istimewa)


Di era tahun 80-90an, nama Denny Thios sangat bersinar sebagai atlet angkat berat.

Tidak hanya penghargaan tingkat nasional saja, Denny juga mengikuti beberapa kejuaraan tingkat internasional.

Bahkan dia berhasil menjadi menyabet medali perak di PON XII, medali emas di kejuaraan angkat berat tingkat Asia, beberapa medali dari kejuaraan angkat berat di Inggris, Belanda dan Swedia sampai dengan memecahkan 3 rekor dunia.
Ketika sudah memasuki usia senja, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menopang perekonomian keluarga, Denny harus bekerja sebagai tukang las yang penghasilannya tidak menentu karena tergantung dari ada tidaknya orang yang membutuhkan jasanya.

3. Yuni Astuti

Yuni Astuti
Yuni Astuti ()

Yuni Astuti adalah seorang mantan atlet bulutangkis yang pernah meraih juara pertama pada ganda putri PON 1986 di Jakarta.

Cukup lama Yuni berkiprah dalam dunia bulutangkis dan mendapatkan banyak pengalaman dari cabang olahraga yang digelutinya itu.

Sayangnya, dia harus mundur dari dunia bulutangkis setelah mengalami cedera kaki.
Semenjak gantung raket, tabungan dan hasil yang dia dapat selama menjadi atlet lama kelamaan habis untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

Bahkan dia harus menjadi seorang pengamen di Terminal Bus Purabaya, Surabaya agar tetap dapat mencukupi kebutuhan dan demi 3 buah hatinya yang sudah beranjak besar itu.

4. Leni Haini

Leni Haini
Leni Haini ()

Sukses mengibarkan bendera Merah Putih di kancah dunia, Leni Haini adalah seorang mantan atlet dayung yang kini hidup memprihatinkan dengan menjadi buruh cuci.

Nasibnya yang tragis tersebut ditambah dengan salah seorang anaknya yang menderita penyakit kerapuhan kulit.

Halaman
12
Penulis: Valdy Suak
Editor: Valdy Suak
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved