Pemprov Matangkan Kampanye Measles dan Rubella pada Agustus - September

Kampanye imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Sulawesi Utara akan berlangsung selama Agustus hingga September 2018.

Pemprov Matangkan Kampanye Measles dan Rubella pada Agustus - September
DOK. TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara bersama Kementerian Kesehatan RI menggelar advokasi, sosialisasi dan koordinasi dalam rangka kampanye imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Hotel Quality Manado pada 17 - 18 Juli 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kampanye imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Sulawesi Utara akan berlangsung selama Agustus hingga September 2018.

Pemerintah provinsi tengah mempersiapkan semua hal sebelum pelaksanaannya.

Kampanye MR ini akan berlangsung di sekolah-sekolah dan fasilitas kesehatan lainnya. Pada Agustus akan menjangkau sekolah-sekolah dari SD hingga SMP. Sementara September, kampanye imunisasi akan menjangkau pos pelayanan kesahatan seperti posyandu, puskesmas, polindes dan pos kesehatan lainnya.

Kampanye ini menjangkau anak usia 9 bulan hingga kurang 15 tahun. Selanjutnya, imunisasi MR ini akan menjadi imunisasi rutin pada anak 9 bulan, 18 bulan hingga anak kelas 1 SD atau sederajat melalui bulan imunisasi anak sekolah.

Dalam rekomendasi hasil pertemuan advokasi, sosialisasi dan koordinasi dalam rangka kampanye imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Hotel Quality Manado, 17 - 18 Juli 2018, pemerintah memastikan vaksin ini aman dan halal. Pemerintah provinsi akan menggandeng Kementerian Agama untuk turut menyosialisasikan halalnya imunisasi ini.

Dalam pelaksanaan program nasional ini, pemerintah masih menemui beberapa kendala. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulut, Dokter Steven Dandel mengatakan kendala tersebut yakni surat edaran dari kementerian belum ditindak lanjuti sejumlah daerah di Sulut.

Selanjutnya dukungan enam kabupaten kota yang melaksanakan pilkada baru-baru ini. Pemerintah daerah di enam kabupaten tersebut terkesan belum mendukung program ini secara maksimal karena sibuk dalam pilkada.

Sejumlah daerah belum mendukung program ini dengan pendanaan dari APBD masing-masing. Terutama terkait pengambilan logistik ke provinsi. Yang jadi kendala juga yakni kampanye di kepulauan Nusa Utara yang terkendala akses transportasi.

"Selanjutnya juga ada perbedaan jumlah sasaran cakupan imunisasi. Data pusdatin dari Kemenkes 591.775, sedangkan data di lapangan hanya 557.534. Ini harus ada perbaikan, paling tidak ada pernyataan resmi dari kepala daerah," kata Dandel.

Ada sanski bagi kepala daerah yang tak mendukung program ini. Di antaranya teguras tertulis dari menteri dan bisa diberhentikan sementara. Setelah menjalani hukuman, namun masih tetap tak mendukung, bisa diberhentikan permanen.

Fungsional Epidemologi Ahli, Subdit Imunisasi, Kementerian Kesehatan RI, Syahfriyal berharap pemerintah daerah di Sulawesi Utara bisa membuat payung hukum terhadap kewajibam imunisasi pada anak-anak. Agar program pemerintah untuk menyehatkan bangsa ini berjalan maksimal hingga ke tiap-tiap daerah. (fin)

Grafis target imunisasi MR di Sulut

  • Jumlah penduduk 2.484.392
  • Jumlah sasaran 557.534
  • Sasaran pusdatin 591.775
  • Jumlah selisih 34.241
  • Estimasi cakupan 94.21 persen
Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved