Tambah Kapasitas Pabrik, SIDO Yakin Tumbuh 10%

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk bergeming dengan target pertumbuhan 10% yang sudah dicanangkan

Tambah Kapasitas Pabrik, SIDO Yakin Tumbuh 10%
KONTAN
Pabrik jamu Sido Muncul. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk bergeming dengan target pertumbuhan 10% yang sudah dicanangkan untuk periode sepanjang tahun ini.

Produsen Tolak Angin tersebut yakin targetnya semakin realistis untuk dipenuhi, sejalan dengan aksi penambahan kapasitas produksi.

Tanpa menyebutkan nilai persis, manajemen Sido Muncul menyatakan kinerja bisnis sejauh ini sudah mendekati separuh dari target. "Saat ini realisasi menuju target hampir 5%," tutur David Hidayat, Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kepada KONTAN, Senin (16/7).

Sekadar tahu, sepanjang tahu 2017 Sido Muncul membukukan penjualan bersih Rp 2,57 triliun. Jadi, mestinya 10% target pertumbuhan tahun ini setara dengan penjualan bersih Rp 2,83 triliun.

Adapun demi mengejar target pertumbuhan tersebut, Sido Muncul memperbesar kapasitas produksi. Sasaran perusahaan berkode saham SIDO di Bursa Efek Indonesia tersebut adalah pabrik jamu cair dan pabrik soft capsule atau jamu kapsul.

Tak tanggung-tanggung dua ekspansi bisnis tersebut membutuhkan anggaran hingga Rp 715 miliar. Perinciannya, Rp 700 miliar biaya investasi pabrik pabrik dan Rp 15 miliar anggaran pabrik kapsul.

Dengan anggaran Rp 700 miliar, Sido Muncul bisa meningkatkan kemampuan produksi pabrik jamu cair dari semula 80 juta sachet per tahun menjadi Rp 260 juta sachet per tahun. Artinya ada potensi peningkatat kapasitas produksi hingga tiga kali lipat lebih.

Namun Sido Muncul tak berniat merealisasikan seluruh target maksimal peningkatan kapasitas produksi. Tahun ini, mereka memilih untuk merealiasasikan peningkatan kapasitas produksi pabrik jamu cair hingga sebesar 200 juta sachet per tahun tahun terlebih dahulu. Pabrik berkapasitas lebih besar tersebut sudah mulai beroperasi.

Manajemen Sido Muncul mengklaim, penambahan kapasitas produksi pabrik jamu cair berbanding lurus dengan potensi peningkatan efisiensi biaya produksi. "Mesin ini lebih canggih sehingga bisa menambah efisiensi hingga 30%," beber David.

Sementara target penyelesaian penambahan kapasitas produksi pabrik kapsul pada Oktober 2018 nanti. Sejauh ini, Sido Muncul dalam tahap memasang mesin anyar.

Sembari mengawal aksi menambah kapasitas produksi, Sido Muncul berupaya memperluas jangkauan pemasaran. Cita-cita mereka akan meningkatkan kontribusi penjualan ekspor.

Manajemen perusahan mengaku tengah mengetuk pasar Australia. Hingga kini, upayanya masuk pasar Negeri Kanguru masih dalam proses.

Menurut informasi dalam laporan keuangan Sido Muncul kuartal I 2018, hampir seluruh penjualan terjadi dengan pelanggan yang berdomisili di Indonesia.

Mereka tak secara spesifik menjelaskan persentasenya. Adapuun total penjualan pada periode itu tercatat Rp 620,85 miliar atau tumbuh 2,88% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 603,49 miliar. (Sugeng Adji)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved