FIFA World Cup Rusia 2018

Rusia Menang Dua Kali

Beragam bayangan buruk soal Rusia muncul ketika saya mendapat tugas meliput Piala Dunia 2018. Dari masyarakat yang dingin

Rusia Menang Dua Kali
Tribunnews/Deodatus Pradipto
Para pengunjung Fan Fest kehujanan saat menonton pertandingan final Piala Dunia 2018 antara Timnas Prancis melawan Kroasia di Moskow, Rusia, Minggu (15/7/2018). 

Laporan wartawan Tribun Deodatus Pradipto dari Rusia

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beragam bayangan buruk soal Rusia muncul ketika saya mendapat tugas meliput Piala Dunia 2018. Dari masyarakat yang dingin, rasis, sampai ancaman teror karena posisi Rusia di peta politik dunia. Maklum, saya belum pernah ke Rusia dan banyak membaca soal Rusia dari media-media Barat.

Ternyata apa yang saya pikirkan soal Rusia selama ini tidak benar. Memang masih ada beberapa anggota masyarakat yang dingin, namun mereka tidak bersikap rasis, terutama kepada orang Asia dan Afrika. Setidaknya itu yang saya alami selama sebulan di Rusia.
Baltasar Lukem, SVD, seorang misionaris asal Mangggarai, Flores, di Saint Petersburg pernah mendapat serangan dari kelompok skinhead di Moskow.

Peristiwa itu terjadi pada awal tahun 2000. Namun demikian, Baltasar Lukem yang tinggal di Rusia sejak 1999 menilai masyarakat Rusia kini telah berubah dan kelompok-kelompok ekstremis seperti itu mulai menghilang.

Piala Dunia 2018 adalah momen di mana semua bangsa berkumpul di Rusia. Dari Eropa, Asia, Afrika, Amerika, dan Australia. Berbagai suku bangsa hadir di sini untuk sama-sama menikmati Piala Dunia, pesta sepak bola terbesar di dunia.

Selama ini pula saya tidak pernah melihat tindakan rasialis yang dialami oleh orang-orang dari Asia dan Afrika. Ini juga terjadi saat di stadion seperti saat saya menyaksikan pertandingan penyisihan grup antara Senegal dan Polandia di Stadion Spartak, Moskow.

"Selama di sini saya tidak pernah mengalami hal-hal seperti itu. Orang Rusia justru sangat baik kepada saya," ujar Philemon Yegon, seorang mahasiswa asal Kenya yang kuliah di Moskow.

Piala Dunia 2018 jadi momen yang pas bagi Rusia untuk mengubah citranya di mata dunia internasional. Banyak orang, terutama dari Dunia Barat, belum pernah datang ke Rusia sebelumnya. Sama seperti saya, mereka bahkan punya persepsi negatif soal Rusia.

"Sebelum ke sini saya punya pemikiran yang tidak bagus soal Rusia dan masyarakatnya. Ternyata apa yang dibilang orang lain selama ini tidak betul," ujar Herman, wisatawan asal Kolombia.

Satu hal yang paling mencolok dari Rusia adalah kebersihan. Kota-kota yang saya kunjungi seperti Moskow, Nizhny Novgorod, dan Saint Petersburg, sangat bersih. Saya membandingkan dengan kota Paris, Prancis yang cenderung kotor, terutama saat musim panas karena banyak wisatawan.

"Ini pertama kalinya saya ke Rusia. Saya melihat kota Moskow sangat bersih. Saya jadi segan untuk buang sampah sembarangan, tidak seperti di negara saya. Orang-orang di sini ternyata sangat menjaga kebersihan," kata Will, wisatawan asal Wales.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help