Penduduk Miskin di Sulut Turun, Rokok Berpengaruh Besar Terhadap Kemiskinan

Jenis komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter

Penduduk Miskin di Sulut Turun, Rokok Berpengaruh Besar Terhadap Kemiskinan
Tribun manado / Chintya Rantung
BPS Sulut mengadakan konferensi pers, Senin (16/7/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jumlah penduduk miskin, yaitu penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Sulawesi Utara, pada Maret 2018 mencapai 193,31 ribu orang atau 7,8 persen.

Angka ini berkurang 1,54 ribu orang dari kondisi September 2017 sebesar 194,85 ribu orang atau 7,9 persen.

"Bila dibandingkan kondisi September 2017, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2018 naik 0,1 poin menjadi 5,13 persen, sebaliknya persentase penduduk miskin di daerah perdesaan turun 0,1 persen menjadi 10,48 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Dr Ateng Hartono Senin (16/7).

Baca: Inilah Komoditas Penyumbang Kemiskinan di Indonesia, Rokok Berada di Urutan Dua

“Selama periode September 2017-Maret 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 3,93 ribu orang, sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 5,47 ribu orang," kata Dr Ateng Hartono Senin (16/7).

Dijelaskannya, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas non-makanan.

"Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2018 tercatat sebesar 73,48 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2017 yaitu sebesar 73,34 persen.

Jenis komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, tongkol, tuna atau cakalang, cabe rawit, kue basah, dan gula pasir.

Sementara komoditas non-makanan yang memengaruhi nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan, listrik, angkutan, bensin, dan perlengkapan mandi.

Selama periode September 2017 Maret 2018, indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) mengalami penurunan sebaliknya indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami kenaikan.

Gini Ratio Sulawesi Utara Maret 2018 tidak mengalami perubahan dari kondisi September 2017, yaitu sebesar 0,394," jelasnya. (chi)

Penulis: Chintya Rantung
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved