Piala Dunia 2018

Jejak Soekarno di Stadion Pertandingan Final Piala Dunia 2018

Pertandingan Prancis melawan Kroasia sungguh menarik dan menegangkan, drama yang hebat.

Jejak Soekarno di Stadion Pertandingan Final Piala Dunia 2018
FRANCK FIFE / AFP
Para pemain Prancis merayakan kesuksesan menjuarai Piala Dunia 2018 setelah menekuk Kroasia 4-2 pada laga final di Stadion Luzhniki, Moskow, 15 Juli 2018. 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Dahlan Dahi, Langsung dari Stadion Luzhniki, Moskow

TRIBUNMANADO.CO.ID-Warga Rusia bukan penggemar sepak bola.

Mereka senang pada ice skating dan olahraga beraroma salju lainnya.

Itulah mengapa pesta final ini pesta bangsa-bangsa penggila bola, dari Amerika Latin, Afrika, Eropa, Asia —eh, penonton dari Indonesia juga lumayan banyak, lo.

Pesta final Piala Dunia benar-benar pesta.

Tidak nampak suasana seperti akan perang. Tidak ada yang memperlihatkan wajah ganas. Yang kita temukan adalah suasana party, riang gembira.

Pertandingan Prancis melawan Kroasia sungguh menarik dan menegangkan, drama yang hebat.

Wartawan TribunStyle.com Dahlan Dahi (berkostum merah) membentangkan syal FIFA World Cup 2018 di sela menonton laga FInal Piala Dunia 2018 Prancis Vs Kroatia. Prancis memenangi final dengan skor 4-2.  (TribunStyle.com/ Dahlan Dahi )
Wartawan TribunStyle.com Dahlan Dahi (berkostum merah) membentangkan syal FIFA World Cup 2018 di sela menonton laga FInal Piala Dunia 2018 Prancis Vs Kroatia. Prancis memenangi final dengan skor 4-2. (TribunStyle.com/ Dahlan Dahi ) ()

Bisa Mengeja Luzhniki Itu Sejarah

MENONTON langsung laga final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, adalah peristiwa bersejarah. 

Setidaknya bagi sekitar 81 ribu, penonton dari sekitar 87 negara yang datang.

Bisa mengeja kata Luzhiniki dalam tulisan asli dan di dalam stadio saja juga sebuah sejarah.

Stadion  Luzhniki berada di pusat Kota Moskow, tepatnya di jalan Luzhniki No 24, Moskva.

Lokasinya tepat di kelokan utama sungai yang  membelah Kremlin dan kawasan perdagangan serta perkantoran negara eks Uni Soviet ini.

Jalan akses ke stadion ini sangat lebar. Bayangkan run way pesawat di Indonesia. 

Begitu kira-kira ukurannya.

Mulai dipergunakan tahun 1956, atau 62 tahun lalu, dan konon pernah jadi tempat pidato Presiden pertama Indonesia, Soekarno, beberapa bulan setelah peresmiannya.

Inilah kenapa bentuk dan konstruksinya mirip dengan stadion GBK Senayan Jakarta.

Wartawan TribunStyle.com Dahlan Dahi (berkostum merah) membentangkan syal FIFA World Cup 2018 di sela menonton laga FInal Piala Dunia 2018 Prancis Vs Kroatia. Prancis memenangi final dengan skor 4-2.  (TribunStyle.com/ Dahlan Dahi )
Wartawan TribunStyle.com Dahlan Dahi (berkostum merah) membentangkan syal FIFA World Cup 2018 di sela menonton laga FInal Piala Dunia 2018 Prancis Vs Kroatia. Prancis memenangi final dengan skor 4-2. (TribunStyle.com/ Dahlan Dahi ) ()

Sepulang dari negeri pencetus Komunisme itu, Soekarno menggagas stadion Senayan. 

Konon arsitek dan konsultannya belajar dari Soviet.

Februari 1960, Stadion GBK Senayan resmi digunakan. 

Jika Luzhniki berkapasitas 81 ribu, maka Senayan bisa menampung 76 ribu.

dahlandahi
instagram.com/dahlandahi
Halaman
12
Editor: Valdy Suak
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved