Johnson & Johnson Dihukum Bayar Rp 67 Triliun Gara-gara Bedak Bayi

Saat ini perusahaan obat raksasa tersebut tengah menghadapi 9.000 kasus hukum terkait dengan bedak bayi terkenalnya.

Johnson & Johnson Dihukum Bayar Rp 67 Triliun Gara-gara Bedak Bayi
ist
ilustrasi bedak bayi 

TRIBUNMANDO.CO.ID - Pengadilan di negara bagian Missouri, Amerika Serikat, memerintahkan Perusahaan Johnson & Johnson Rp 67 triliun, uang ganti rudi kepada 22 perempuan yang menuduh produk bubuk bedak menyebabkan mereka menderita kanker rahim.

Seperti dilansir BBC, awalnya pengadilan memerintahkan ganti rugi US$550 juta atau Rp7,9 triliun, namun ditambah dengan US$4,1 miliar atau Rp57 triliun sebagai hukuman 'atas kerusakan'.

Saat ini perusahaan obat raksasa tersebut tengah menghadapi 9.000 kasus hukum terkait dengan bedak bayi terkenalnya.

Untuk diketahui, dari 22 perempuan dalam kasus ini, enam orang telah meninggal karena kanker rahim.

Pihak pengacara mereka menuduh perusahaan tersebut mengetahui bubuk bedak teracuni asbestos sejak tahun 1970-an tetapi gagal memperingatkan konsumen terkait dengan risikonya.

Para perempuan dan keluarganya menderita kanker rahim karena menggunakan bedak bayi dan produk bubuk bedak lainnya selama berpuluh tahun.

Sementara itu, J&J menyangkal produk pernah mengandung asbestos dan menegaskan hal ini tidak menyebabkan kanker.

Mereka menyatakan, sejumlah kajian menunjukkan bubuk bedak aman dan keputusan pengadilan adalah hasil "proses yang pada dasarnya tidak adil".

Bahkan Badan Makanan dan Obat AS (FDA) menugaskan kajian sejumlah jenis bubuk bedak, termasuk J&J, dari tahun 2009 sampai 2010 dan tidak ditemukan asbestos.

Namun jaksa mengatakan kepada pengadilan Missouri bahwa FDA dan Johnson & Johnson menggunakan metode pengujian yang cacat. (*)

Tags
bedak
Editor: Charles_Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help