4 Orang di Minahasa Meninggal Akibat DBD, Dinkes Imbau Warga Untuk Menjaga Lingkungan

Selang Januari hingga Juli 2018, Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Minahasa terbilang tinggi, terdapat 59 kasus, dan 4 diantaranya meninggal dunia.

4 Orang di Minahasa Meninggal Akibat DBD, Dinkes Imbau Warga Untuk Menjaga Lingkungan
TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI
Kepala Dinas Kesehatan, dr Yuliana Kaunang MKes 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Ferdinand Ranti

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Selang Januari hingga Juli 2018, Kasus Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Minahasa terbilang tinggi, terdapat 59 kasus, dan 4 diantaranya meninggal dunia.

Korban terakhir meninggal dunia teridentifikasi bernama Brijitta Kainde (8), warga Kelurahan Watulambot, Kecamatan Barat.

Korban DBD ini meninggal Senin (9/7) kamarin pagi, di RSUD Kandouw Malalayang, setelah dirujuk RSUD Sam Ratulangi Tondano.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, Penjabat Bupati Minahasa, Roy Mewoh melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Yuliana Kaunang MKes mengimbau warga agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar, selain Fogging yang terus dilakukan pihaknya.

Kepala Dinkes Minahasa, dr Yuliana Kaunang MKes, didampingi Dirut RSUD Sam Ratulangi Tondano dr Maryani Suronoto MBiomed menjelaskan, kasus meninggal dunia memang saat ini terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Tondano Raya.

Tejadinya kasus DBD disebabkan karena lingkungan yang kotor dan banyak genangan air, yang menyebabkan nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit DBD, berkembang biak secara leluasa.

"Dinkes hanya bisa melakukan tindakan, seperti Fogging, namun untuk pencegahan itu datangnya dari masyarakat, yang secara bersama-sama rajin membersihkan lingkungan dan menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk," kata Kaunang.

Pihaknya sudah melakukan Fogging disemua wilayah yang melaporkan adanya kasus. Namun, Fogging hanya membunuh nyamuk yang sudah beterbangan.

"Sedangkan untuk membasmi jentik nyamuknya, itu harus ada peran dari seluruh masyarakat, bukan hanya satu atau orang saja, yang proaktif membersihkan lingkungan, menimbun barang bekas yang dapat menyebabkan nyamuk berkembang biak nyamuk, serta menaburkan bubuk Abate kedalam genangan air yang menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk," pungkasnya.

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help