Senyum Manis Zumi Zola saat Ditanya Gratifikasi

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola terkait kasus dugaan penerimaan

Senyum Manis Zumi Zola saat Ditanya Gratifikasi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/5/2018). Zumi Zola menjalani pemeriksaan perdana setelah ditahan KPK terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi sejumlah proyek di Provinsi Jambi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi sejumlah proyek di Dinas PUPR Jambi. Mantan Bupati Tanjung Jabung Timur itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Mantan Plt Kadis PUPR Jambi, Arfan.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARN (Arfan)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.
Saat diperiksa kemarin Zumi Zola tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada pukul 09.46 WIB. Zumi yang mengenakan rompi tahanan khas KPK berwarna oranye itu enggan menjawab pertanyaan soal status tersangka suap yang baru ditetapkan KPK kepadanya.

Gubernur yang juga pernah berprofesi sebagai artis itu pun langsung masuk ke lobi untuk menjalani pemeriksaan. Hal yang sama juga diperlihatkan Zumi usai dirinya selesai menjalani pemeriksaan.

Pukul 13.24 WIB, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut keluar dan memilih bungkam untuk kesekian kalinya. Dia juga hanya mengumbar senyuman manis saat ditanya soal dua kasus yang membuatnya jadi tersangka tersebut khususnya soal dugaan penerimaan gratifikasi Rp 49 miliar.
"Makasih ya, permisi," kata Zumi sambil tersenyum usai diperiksa.

Diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Gubernur (nonaktif) Jambi, Zumi Zola, sebagai tersangka kasus korupsi. Terbaru, Zumi disangkakan bersama pejabat Pemprov Jambi ikut memberikan suap kepada para anggota DPRD Jambi untuk pemulusan atau 'uang ketok' pengesahan Rancangan APBD Jambi Tahun 2017 dan 2018.

"Terkait hal tersebut, KPK meningkatkan kembali satu perkara ke penyidikan dengan tersangka ZZ (Zumi Zola), Gubernur Jambi periode 2016-2021," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan.

Basaria menjelaskan, kasus kedua yang menjerat Zumi ini merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim KPK di Jambi dan Jakarta pada 28 November 2017 lalu.

Pada saat itu, KPK menetapkan tiga pejabat Pemprov Jambi anak buah Gubernur Zumi Zola sebagai tersangka pemberi suap dan seorang anggota DPRD Jambi, Supriono, sebagai tersangka penerima suap.

Tiga anak buah Zumi Zola itu adalah Erwan Malik selaku Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Arfan selaku Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi dan Saipudin selaku Asisten Daerah III Provinsi Jambi.
Dan pada saat itu, KPK mengamankan barang bukti uang Rp 400 juta yang diterima oleh anggota DPRD Jambi Supriyono.

Uang dari pihak pemprov itu diduga terkait pengesahan RAPBD Pemprov Jambi Tahun Anggaran 2018. Uang ditujukan agar anggota DPRD bersedia hadir untuk pengesahan RAPBD 2018 yang diajukan oleh Pemprov Jambi.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved