Rupiah Kembali ke Level Rp 14.400 per Dolar AS

Dua negara yang menguat hanya dolar Hong Kong, 0,01 persen dan peso Filipina 0,09 persen.

Rupiah Kembali ke Level Rp 14.400 per Dolar AS
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rupiah kembali turun di hingga Rp14.415 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pasar spot hari ini, Kamis (12/7).  Rupiah kembali melemah 35 poin atau 0,24 persen dari penutupan kemarin, Rabu (11/7) di Rp14.380 per dolar AS.

Sejumlah mata uang negara di kawasan Asia juga turut melemah. Won Korea Selatan melemah 0,88 persen, ringgit Malaysia minus 0,2 persen, baht Thailand minus 0,08 persen, yen Jepang minus 0,07 persen, dolar Singapura minus 0,06 persen.

Dua negara yang menguat hanya dolar Hong Kong, 0,01 persen dan peso Filipina 0,09 persen.

Untuk Dolar Australia melemah 0,06 persen, poundsterling Inggris minus 0,04 persen, dan dolar Kanada minus 0,02 persen, euro Eropa minus 0,01 persen.

Selanjutnya franc Swiss berhasil menguat 0,01 persen, rubel Rusia 0,02 persen, dan euro Eropa 0,04 persen.

Seperti dilansir CNN, Reza Priyambada, Analis Senior CSA Research Institute melihat rupiah masih akan tertahan di zona merah pada hari ini karena sentimen perang dagang dari AS ke China kembali menyelimuti pasar.

Hal ini terjadi pasca pemerintah AS pada Selasa (10/7) waktu setempat, mengumumkan akan memasang tarif bea masuk impor sebesar 10 persen terhadap produk-produk asal China dengan nilai sebesar US$200 miliar.

Sementara sentimen dari dalam negeri, berupa kesepakatan asumsi makro di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2019 antara pemerintah dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) belum mampu mempengaruhi pasar.

Pada asumsi makro yang disepakati, yaitu pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,2-5,6 persen, inflasi 2,5-4,5 persen, dan kurs rupiah Rp13.700-14.000 per dolar AS.

Selanjutnya, harga minyak mentah Indonesia ditetapkan US$60-70 per barel, lifting minyak 722-805 ribu barel per hari, dan lifting gas 1,21-1,3 juta setara barel minyak per hari. (*)

Editor: Charles_Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved