Premi Asuransi Umum Diproyeksi Masih Tumbuh 10 Persen

Meski kondisi ekonomi dibayangi kekhawatiran eksternal, premi asuransi umum dipercaya masih tumbuh 10 persen

Premi Asuransi Umum Diproyeksi Masih Tumbuh 10 Persen
kontan
Mobil si molek OJK 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA. Industri asuransi umum berhasil mengerek premi bruto dua digit dalam lima bulan di tahun ini. Meski kondisi ekonomi dibayangi kekhawatiran eksternal, premi asuransi umum dipercaya masih tumbuh 10 persen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai Mei 2018, sektor industri ini mengumpulkan premi bruto
Rp 23,8 triliun. Angka ini tumbuh 16,67 persen secara tahunan.

Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe menilai, kondisi perekonomian yang lebih baik mendorong efek domino pada industri. Salah satu jumlah investasi lebih besar mendorong permintaan asuransi dari kalangan korporat. Di sisi lain, daya beli masyarakat menunjukkan peningkatan, sehingga berdampak positif bagi permintaan di segmen ritel.

Dody menilai, sejumlah sentimen terutama dari luar negeri berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri di semester II-2018. Misalnya tren pelemahan nilai tukar rupiah. Hal ini dapat merembet ke bisnis asuransi umum terutama mempengaruhi klaim akibat penguatan dollar AS.

Meski begitu, Dody yakin pertumbuhan bisnis asuransi umum di tahun ini masih bisa lebih baik ketimbang 2017. "Saya melihat masih bisa tumbuh 10 persen," kata dia.

Salah satunya karena pelaku usaha asuransi umum aktif membuka pasar baru yang belum dioptimalkan. Misalnya menggenjot lini bisnis asuransi tanggung gugat, asuransi kredit, asuransi pengangkutan, hingga asuransi aneka.
Sejauh ini upaya tersebut berhasil mensubstitusi bisnis dari lini bisnis cukup menantang. Misalnya premi asuransi properti yang menurun di awal tahun ini.

Pelaku usaha asuransi umum, PT Asuransi Sinar Mas (ASM) masih mencatatkan kinerja yang positif hingga lima bulan pertama tahun ini. Direktur ASM Dumasi MM Samosir bilang hingga Mei 2018 mengantongi premi sebesar Rp 3,4 triliun. Jumlah ini meningkat 16% secara year on year (yoy).

Menurut Dumasi, perolehan premi ASM ditopang sejumlah lini bisnis yang selama ini menjadi andalan. "Diantaranya asuransi kendaraan dan kebakaran," kata dia.

Lini bisnis asuransi properti menyumbang 40 persen dari total premi. Sementara asuransi kendaraan berkontribusi 20 persen. Sisanya dari lini bisnis lain.

Di sisa 2018 ASM optimis mengejar target Rp 6,2 triliun meningkat 9 persen secara yoy. Untuk mencapai target, perusahaan ini aktif membuka pasar dan meningkatkan penetrasi pasar ritel lewat tenaga para agen. (Tendi Mahadi)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Herviansyah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help