PKS Ngotot: Demokrat Tunggu Keputusan MK

Jelang pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019 pada Agusutus mendatang partai Gerindra gencar melakukan

PKS Ngotot: Demokrat Tunggu Keputusan MK
YOUTUBE
Prabowo Pertimbangkan AHY Jadi Cawapresnya di Pilpres 2019 

Menurutnya banyak yang menilai Anies memiliki keberanian di masa awal pemerintahan, salah satunya masalah reklamasi. Sehingga diharapkan keberanian tersebut digunakan untuk memimpin Indonesia.

"Prestasinya, keberaniannya untuk melakukan itu kita anggap sesuatu yang baik," pungkasnya.

Sebelumnya PAN menyodorkan 4 opsi Capres dan Cawapres kepada mitra partai koalisi. Ke empat opsi  tersebut yakni, Prabowo Subianto-Anies Baswedan, Prabowo-Zulkifli Hasan, Anies-Gatot Nurmantyo, dan terkahir Gatot-Anies.

Partai Demokrat memastikan, baru akan menentukan calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pemilihan Presiden 2019 setelah nama calon wakil bagi Joko Widodo dan Prabowo Subianto dirilis secara resmi.

 Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan, langkah itu bukan berarti Demokrat akan membentuk poros ketiga. "Bukan, bukan kami akan membentuk poros ketiga. Itu (poros ketiga) belum pasti," ujar Syarief saat dihubungi Kompas.com

Partai Demokrat hanya ingin melihat peta koalisi dukungan secara lebih lugas. Sebab, partai politik besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut masih menunggu beberapa hal. Antara lain, menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal gugatan presidential threshold jadi 0 persen.

Selain itu, menunggu kadernya, Agus Harimurti Yudhoyono, disambut oleh partai politik lain sebagai calon wakil presiden yang diusung pada Pilpres 2019. "Kami, kan, punya strategi. Nah, salah satunya itu karena itu semua sudah keputusan partai," lanjut dia.

Syarief mengakui, masih ada hal lain yang menjadi pertimbangan mengapa Partai Demokrat memilih menunggu terang peta koalisi Pilpres 2019. Namun, ia menolak membeberkannya. "Nanti ketahuan ya, enggak mungkinlah saya buka. Yang jelas kemungkinan (untuk berkoalisi dengan kubu Jokowi atau Prabowo) masih ada," ujar dia.

Menurut Syarief, waktu hingga peta koalisi menjadi terang masih cukup lama, yakni sekitar satu bulan lagi. Menurut dia, masih banyak yang mungkin bisa terjadi. "Pokoknya keputusannya sebelum tanggal 9 Agustus (sehari sebelum penutupan pendaftaran capres dan cawapres oleh KPU)," ujar Syarief.

Tuan Guru Bajang Tersanjung

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved