PKS Ngotot: Demokrat Tunggu Keputusan MK

Jelang pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019 pada Agusutus mendatang partai Gerindra gencar melakukan

PKS Ngotot: Demokrat Tunggu Keputusan MK
YOUTUBE
Prabowo Pertimbangkan AHY Jadi Cawapresnya di Pilpres 2019 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Jelang pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019 pada Agusutus mendatang partai Gerindra gencar melakukan penjajakan komunikasi.

Selain dengan PAN dan PKS, partai berlambang kepala garuda tersebut bahkan telah bertemu dengan Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan.

Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa tidak akan lama lagi partainya akan mendeklarasikan koalisi Pilpres 2019. "Ya ini pak Prabowo kemarin bicara bahwa mungkin gak akan lama lagi kita akan declare soal koalisi partai," katanya, Rabu, (11/7).

Hanya saja Sufmi mengaku belum tahu pasti kapan deklarasi tersebut dilakukan. Yang pasti deklarasi sesegera mungkin untuk mengikat dan memperkuat partai koalisi dalam menghadapi Pemilu.

Menurut Sufmi, selama ini deklarasi koalisi belum juga dilakukan karena harus menyamakan platform koalisi serta power sharing antar partai koalisi. "Kalau sudah matang baru kemudian dideclare. nah itulah kenapa kemudian declare ini agak lama. kita juga engga mau terburu-buru. agar tidak keliru nantinya," katanya.

Dari informasi yang dihimpun,  Presiden PKS sudah menemui khusus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan menegaskan, siap berkoalisi jika bersama mengusung. PKS tetap  mengincar posisi calon wakil presiden mendampingi Prabowo, bertarungan melawan sang petahana, Presiden Jokowi dalam Pilpres mendatang.

Sufmi Dasco Ahmad memahami sikap PKS termasuk sikap dari Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring yang mengancam tidak akan berkoalisi bila Cawapres bukan dari PKS. Menurut Sufmi sikap tersebut karena PKS sudah lama menjalin kerjasama dengan Gerindra dan selalu sabar dalam penjajakan koalisi.

"Sehingga statement dari PKS tersebut saya bisa mengerti dan memahami dan dapat menerima bahwa keinginan PKS bahwa cawapres harus dari PKS," ujar Sufmi.

Sementara Wakil sekretaris Jenderal PAN Saleh Daulay menjelaskan mengapa partainya mengusulkan nama Gubernur Jakarta Anies Baswedan dalam Pemilu Presiden 2019 mendatang. Salah satunya menurut Saleh banyak masyarakat yang senang dengan kinerja Anies di Jakarta.

"Banyak masyarakat yang senang dengan itu, kinerjanya puas dengan itu, mungkin itu hal-hal yang masih permulaan apa yang dikerjakan oleh Anies ya," ujar Saleh.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved