Kisah Peralihan Pelayanan dari Jesuit ke MSC di Wilayah Keuskupan Manado

Gereja Katolik Keuskupan Manado akan merayakan Yubileu. 150 tahun Gereja Katolik bertumbuh dan berkembang kembali di wilayah keuskupan Manado.

Kisah Peralihan Pelayanan dari Jesuit ke MSC di Wilayah Keuskupan Manado
Ist
Pastor Sujoko (kiri) 

Laporan Wartawan Tribun Manado, David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Gereja Katolik Keuskupan Manado akan merayakan Yubileu. 150 tahun Gereja Katolik bertumbuh dan berkembang kembali di wilayah keuskupan Manado.

Diketahui, pada pada abad ke-16 sekitar tahun 1534, seorang imam Portugis Simon Vas melakukan penginjilan di Pulau Ternate dan Maluku dan menjadi martir.

Kemudian sekitar tahun 1546-1547 para Pastor Jesuit, termasuk di antaranya Fransiskus Xaverius dengan penuh semangat membabtis banyak orang Maluku sampai diperkirakan mencapai 150 Ribu orang Katolik saat itu. Setelah itu, dalam sejarah yang berlaku umum, Pastor Diogo Magelhaes sudah datang membabtis pada tahun 1563 di wilayah keuskupan Manado.

Jejak Katolik lalu lenyap disapu bersih oleh kehadiran VOC di Maluku pada tahun 1602. VOC melarang misi Katolik dari 1602 sampai 1799 di wilayah Hindia Belanda (Indonesia).

Katolik nanti bertumbuh dan berkembang kembali di wilayah Keuskupan Manado 150 tahun lalu dengan kedatangan Van De Vries.

Pastor Albertus Sujoko mengatakan kekatolikan kembali dengan kedatangan imam-imam praja Belanda karena perubahan situasi di Eropa.

Setelah itu Serikat Jesus yang kemudian mengutus Van De Vries datang ke wilayah Keuskupan Manado atas undangan Daniel Mandagi. Setelah periode Serikat Jesus, MSC mengambil alih pelayanan.

"Periode MSC mengambil-alih pelayanan Jesuit di Keuskupan Manado sering disebutkan terjadi tahun 1919 atau 1920. Yang benar adalah sebagai berikut. Pada tanggal 19 November 1919 Bapa Suci membuat keputusan untuk memisahkan Sulawesi dari Vicariat Apostolik Batavia dan menyerahkannya kepada Tarekat MSC. Jadi kalau melihat surat keputusan dari Bapa Suci, maka tahun 1919 MSC sudah diserahi tugas itu. Namun kalau melihat kenyataannya, maka nanti tanggal 2 September 1920, Trio MSC pertama baru tiba di Manado. Tiga MSC pertama yang datang ke Manado adalah Mgr. Dr. G. J. Vester MSC sebagai Prefek Apostolik, A. Broker MSC dan J. Klemman MSC dan mereka disambut oleh Pastor Anton van Velsen SJ dan Pastor Serink SJ," katanya.

Pastor Sujoko mengatakan tentang peristiwa serah-terima dari SJ kepada MSC dan pelantikan Mgr. G. Vesters sebagai Prefek Apostolik diceritakan sebagai berikut oleh P. M Stigter MSC,

"Di Tomohon segala-gala sudah siap untuk peristiwa besar timbang terima pada tanggal 7 September 1920 di dalam Gereja yang penuh sesak orang. Berlangsunglah perkataan penyerahan, berlangsunglah perkataan penerimaan. Mgr. Vesters membaca surat penyaksian dalamnya beliau berjanji menjadi gembala yang baik yang akan mempertahankan agama Kristus yang satu-satunya benar, dengan setianya. Ramai benar!"

"Dari penjelasan P. Jan Van Paasen bahwa tanggal 7 September 1920 adalah hari Selasa. "2 September 1920, Selasa Mgr. Vesters dilantik di Tomohon dengan Misa Pontifikal. Hadir 6 pastor SJ, para suster JMJ dan umat." Pastor Jan lupa menyebutkan 2 pastor MSC yang pasti hadir juga dalam perayaan Ekaristi itu. Warisan yang diterima oleh MSC dari karya Jesuit menurut P. M. Stigter adalah jumlah umat yang ada pada waktu itu sebanyak 11.111, Suster-suster JMJ, Sekolah Guru di Woloan dan Majalah bulanan "Gereja Katolik"," katanya.

Ia mengatakan setelah tiga MSC mengambil alih tugas enam Jesuit, maka untuk sementara waktu Mgr. Vesters tinggal di Woloan untuk melanjutkan segala karya yang ditinggalkan oleh P. Van Velsen, P. Broker dan P. Klemann tinggal di Tomohon untuk mempelajari bahasa Tombulu.

Tarekat MSC mencari tambahan tenaga untuk daerah misi baru ini dan mereka mencarinya di Belanda dan Jerman dan pada tanggal 21 April 1921 tibalah P. H. Croonen; P. H. Kapell (Jerman) dan P. H. Humburg (Jerman). Dengan tambahan 3 tenaga ini, maka genaplah enam MSC mengantikan enam Jesuit.

Penulis: David_Manewus
Editor: Siti Nurjanah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved