Irjen Waskito Suapi Mayjen Madsuni: Ribuan Prajurit TNI-Polri Tepuk Tangan

Kemesraan antara TNI dan Polri kembali terlihat saat perayaan Hari Bhayangkara di Sulawesi Utara. Kapolda Sulut Irjen Bambang

Irjen Waskito Suapi Mayjen Madsuni: Ribuan Prajurit TNI-Polri Tepuk Tangan
tribun manado
Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito menyuapi kue kepada Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Madsuni saat Hari Bhayangkara di Mapolda Sulut, Rabu (11/7/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Kemesraan antara TNI dan Polri kembali terlihat saat perayaan Hari Bhayangkara di Sulawesi Utara. Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito menyuapi nasi tumpeng kepada Pangdam XII Merdeka Mayjen Madsuni di Lapangan Mapolda Sulut, Rabu (11/7/2018).
Bergantian, Pangdam Madsuni membalas dengan menyuapi Kapolda Waskito. Tepuk tangan terdengar dari ribuan prajurit TNI dan Polri.

Dua pimpinan lembaga pertahanan dan keamanan itu juga meniup lilin angka 60 dan 72 serta memotong kue ulang tahun. Kapolda kemudian mengambil kue ulang tahun dan menyuapi lagi Pangdam. Dilanjutkan dengan menyuapi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Sulut.
Pada upacara HUT ke-72 Bhayangkara, kemarin, Irjen Waskito membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-72 ini kita mendapatkan kabar baik karena dunia internasional telah menempatkan Indonesia ke dalam daftar negara teraman di dunia,” ujar Kapolda.
Masuknya Indonesia pada daftar negara aman itu berdasarkan law and order index yang dikeluarkan lembaga riset internasional, Gallup’s Law and Order. “Ini sebuah capaian yang membanggakan kita semua.

Sebuah capaian yang harus kita jaga dan pertahankan.
Sebuah capaian yang merupakan hasil kerja seluruh elemen bangsa. Di dalamnya tentu ada peran anggota Polri,” ujar Waskito.

Kapolda mengatakan, di balik capaian itu, ada kerja keras serta ada pengabdian dan dedikasi anggota Polri. “Tapi saya mengingatkan agar seluruh anggota Polri tidak cepat berpuas diri. Karena ke depan, Polri akan menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks.
Tuntutan dan harapan rakyat terhadap Polri semakin meningkat,” katanya.

Lanjut Kapolda, dunia kini terus berubah, berkembang dan bergerak cepat yang membawa tantangan baru, ancaman baru terhadap situasi keamanan dalam negeri.

Kapolda menjelaskan, di era digital sekarang, Polri harus mampu mengantisipasi perkembangan tindak kejahatan yang semakin beragam, berevolusi dalam berbagai wujud dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

Polri juga harus semakin siap menghadapi kejahatan yang bersifat transnasional seperti ancaman kejahatan siber, human trafficking, drug trafficking, sampai armed smuggling.

“Selain itu, Polri juga harus meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam menghadapi ancaman kejahatan terorisme. Terorisme adalah kejahatan luar biasa terhadap negara, bangsa, serta kemanusiaan. Hampir semua negara di dunia menghadapi ancaman kejahatan terorisme ini,” ujarnya.

Ancaman terorisme bukan hanya terjadi di negara yang sedang dilanda konflik. “Tapi juga negara maju seperti Amerika Serikat, Uni Eropa juga sedang menghadapi ancaman yang sama,” kata dia.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help