TGB Curhat ke Luhut Soal Sanksi: Demokrat Usul Poros Ketiga

Dukungan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi kepada Jokowi dalam Pilpers 2019 mendapat sorotan dari Partai Demokrat

TGB Curhat ke Luhut Soal Sanksi: Demokrat Usul Poros Ketiga
Kolase
TGB dan Jokowi  

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dukungan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi kepada Jokowi dalam Pilpers 2019 mendapat sorotan dari Partai Demokrat, bahkan partai besutan SBY tersebut sudah menyiapkan sanksi. Menko Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengaku dirinya sempat bertemu dengan TGB. Pertemuan berlangsung pada Senin malam.

"Tadi malam baik-baik pak TGB, pak TGB ketemu saya tadi malam," ujar Luhut.
Luhut mengatakan TGB bercerita mengenai sanksi yang diberikan Partai Demokrat kepada dirinya. "Dia juga bilang yang salah apa? kan saya hanya mendudukkan supaya kita jangan bangsa ini jadi berkelahi," katanya.

Luhut mengatakan TGB merupakan orang baik. "Kami bincang bincang baik-baik saja, dia orang baik," katanya.
Partai Demokrat bicara soal sikap Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang mendukung Presiden Joko Widodo untuk 2 periode. Demokrat menyiapkan sanksi untuk TGB.

"Sanksi pasti tetap ada dan itu akan dibahas Dewan Kehormatan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan.
Syarief mengatakan langkah TGB yang merupakan anggota Majelis Tinggi Partai tanpa sepengetahuan DPP partai. Namun, dia tak memerinci sanksi apa yang akan diberikan ke TGB. "Nanti tanya Dewan Kehormatan," katanya.

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat (PD), Ferdinand Hutahaean mengatakan nasib Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) di partai usai masa pencalegan. "Kemungkinan dibahas pascapencalegan. Jadi nanti di kita itu ada dua sanksi mulai dari teguran hingga pemberhentian. Kita lihat," ujar Ferdinand.

Ferdinand melihat apa yang dilakukan TGB dengan mendukung Presiden Joko Widodo maju ke pilpres tahun 2019 mendatang sebagai tindakan yang "offside". Artinya sikap yang dilakukan TGB ini harus disemprit oleh PD.
"Artinya yang disemprit itu bukan sikap politiknya tetapi personalnya karena mendahului partai bersikap," ujar Ferdinand.

Ferdinand menegaskan bila Partai Demokrat tidak mempermasalahkan sikap TGB yang mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. "Tapi beliau ingin mendukung Jokowi silakan. Jadi beliau disanksi bukan karena mendukung Jokowi. Kalaupun disanksi, TGB karena sikapnya mendahului sikap resmi partai," ujar Ferdinand.

Disisi lain Ferdinand juga belum bisa memastikan sanksi apa yang bakalan diterima TGB. Sebab hal tersebut diputuskan oleh majelis tinggi partai Demokrat. "Saya juga tidak bisa memastikan," ujar Ferdinand.

Didukung JK

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi dukungan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi kepada Jokowi agar maju kembali di pilpres 2019. Padahal diketahui, Partai Demokrat belum memberikan arah dukungannya untuk Pilpres 2019.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help