Kisah Horor di Ambulans Pemkot Manado Mirip di Film, Arwah Korban Kecelakaan Gentayangan Dalam Mobil

Roy menggambarkan bagaimana adegan-adegan di film, sama persis dengan yang ia alami sehari-harinya. Arwah bergentayangan di dalam mobil,

Kisah Horor di Ambulans Pemkot Manado Mirip di Film, Arwah Korban Kecelakaan Gentayangan Dalam Mobil
Tribun Manado/Finneke Wolajan
Roy Takumansang (45) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Roy Takumansang (45) tampak bersantai di pendopo kantor Wali Kota Manado. Siang yang terik tampak membuatnya gerah. Ia tak sedang bertugas sebagai sopir ambulans di Kota Manado.

Pemkot Manado memiliki enam unit ambulans yang beroperasi setiap harinya. Ambulans ini untuk membantu warga yang mengalami kedukaan. Pemkot juga memiliki enam sopir ambulans, satu di antaranya Roy. Ia sudah 15 tahun  menjalankan pekerjaan ini.

Enam sopir ini punya pembagian waktu kerja. Namun kata Roy, jadwal jaga fleksibel. Siapa pun yang siap saat itu juga, dia yang bertugas. Seharian, 1x24 jam. Handphone harus selalu aktif selama masa tugas.

Roy sudah mengalami suka duka sebagai sopir ambulans. Bagi orang awam, bisa menjadi hal yang menakutkan. Namun tak lagi baginya. Hal yang mungkin dianggap menyeramkan, baginya biasa-biasa saja.

Roy menggambarkan bagaimana adegan-adegan di film, sama persis dengan yang ia alami sehari-harinya. Arwah bergentayangan di dalam mobil, tiba-tiba terlihat sosok di kaca spion, bulu kuduk merinding dan berbagai kejadian tak wajar lainnya. Ia menggambarkan sama persis dengan yang di film-film atau sinetron Indonesia.

Katanya yang meninggal karena sakit, tak akan terjadi hal-hal aneh di jalan. Berbeda jika meninggal karena kecelakaan atau bunuh diri. Menurut pengalamannya, arwah yang meninggal dengan cara yang menurutnya tak wajar, akan bergentayangan.

"Kalau mau takut, saya tak bisa kerja. Jadi ya biasa saja. Mereka paling hanya menampakkan diri, tak sampai mengganggu saya kerja. Mau siang atau pun malam. Saya kan hanya menjalankan tugas saja," katanya saat ditemui Rabu (11/7).

Roy yang adalah warga Teling ini bersyukur tak pernah mengalami kecelakaan selama menjalankan tugas. Yang penting baginya selalu berdoa dan tentu berhati-hati. Selain ambulans untuk jenazah, mobil pemkot ini juga untuk mengangkut kecelakaan atau hal darurat lainnya.

Sering Roy mengangkut warga yang terlibat kecelakaan. Ia berpas-pasan di jalan. Dengan cepat ia langsung mengangkut korban, tanpa menunggu petunjuk dari mana pun. Karena katanya kalau menunggu polisi atau pihak lainnya, hanya akan membuang waktu. Sementara korban butuh penanganan cepat. "Yang namanya darurat, harus segera ambil tindakan," ungkapnya.

Selain jadi sopir ambulans Pemkot Manado, Roy juga membawa mobil ambulans milik Wali Kota GS Vicky Lumentut. Ambulans ini juga melayani masyarakat gratis. Roy pun akan terus menjalankan pekerjaannya ini, semampunya ia bisa. (Tribun Manado/Finneke Wolajan)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Arthur_Rompis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved