Kisah Dokter Harry Selamatkan 12 Anak Thailand yang Terjebak di Gua Sekaligus Kehilangan Sang Ayah

Namun, rasa lega dan bahagianya tak berlangsung lama karena Harry mendapat telepon sang ayah meninggal dunia.

Kisah Dokter Harry Selamatkan 12 Anak Thailand yang Terjebak di Gua Sekaligus Kehilangan Sang Ayah
Dr. Harry kehilangan ayahya setelah menyelesaikan misi penyelamatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Seorang dokter asal Australia, mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan 12 anak di dalam gua, harus menerima kenyataan ayahnya meninggal dunia, sesaat setelah dia menyelesaikan misi penyelamatan.

Dr. Richard 'Harry' Harris bersama empat angkatan laut Thailand, dan tiga penyelam berhasil menyelamatkan 12 anak-anak yang terjebak di gua Tham Luang, Selasa (10/7/2018).

Namun, rasa lega dan bahagianya tak berlangsung lama karena Harry mendapat telepon sang ayah meninggal dunia.

Dr. Harry
Dr. Harry (www.dailymail.co.uk)

Dilansir Tribunjogja.com dari laman Daily Mail, Rabu (11/7/2018), Dr. Harry akan segera pulang untuk berkumpul bersama keluarganya.

Dr. Harry diakui memliki peran yang penting dalam penyelamatan ini.

Dia dikenal sebagai dokter yang mampu melakukan penyelamatan pasien-pasien di tempat-tempat yang sulit.

Terlebih dia sudah memiliki pengalaman menyelam selama 30 tahun.

Dokter anestesi berusia 53 tahun ini mendapat pujian atas gagasan cerdiknya membantu anak-anak yang terperangkap di Tham Luang tetap tenang berenang 1.7 km.

The Daily Telegraph melaporkan, di dalam gua, Dr. Harry memberikan obat penenang ringan, agar anak-anak ini tidak panik di dalam air.

Skenario penyelamatan awalnya, tim akan mengeluarkan anak terkuat dulu, dengan alasan punya lebihbesar untuk tetap aman.

Sedangkan yang lemah bisa menunggu sambil mengumpulkan kekuatan.

Namun, Dr. Harry meyakinkan pejabat setempat untuk mengubah rencana dan mengeluarkan anak yang terlemah dulu, bukan yang terkuat.

12 pemain bola anak-anak dan pelatih mereka terjebak di gua Tham Luang, Thailand sejak 23 Juni 2018.

Seluruhnya berhasil diselamatkan.

(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Editor: Valdy Suak
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help