Feybe Sanger Minta Dinas Pendidikan Minahasa Awasi Program Pengenalan Sekolah

Feybe Sanger meminta dinas pendidikan agar meniadakan program pengenalan lingkungan sekolah.

Feybe Sanger Minta Dinas Pendidikan Minahasa Awasi Program Pengenalan Sekolah
ISTIMEWA
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa, Feybe Sanger 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa, Feybe Sanger meminta dinas pendidikan mengawasi pelaksanaan program pengenalan lingkungan sekolah.

Anggota Komisi II DPRD Minahasa ini mengatakan perhatian dunia pendidikan di Minahasa tertuju pada rangkaian penerimaan siswa baru di SMP dan SMA. Diantaranya pelaksanaan masa orientasi bagi siswa baru.

Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa Baru yang diubah menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Baca: Feybe Sanger: 1 Desember, Hari Perempuan Minahasa

"Aturan ini sekaligus menjadi pijakan bagi pelaksanaan serta memberikan warning bagi sekolah-sekolah dalam pelaksanaan pengenalan sekolah tahun 2018 ini," kata Feybe Sanger kepada tribunmanado.co.id pada Rabu (11/7/2018)

Politisi PDIP ini mengakui masa orientasi sangat penting sebagai pengenalan awal bagi siswa baru. Sebab pengenalan ini dapat menjadi media menggali potensi siswa baru yang akan masuk di sekolah yang baru.

Katanya, program pengenalan sekolah ini dapat membantu siswa baru dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya termasuk aspek keamanan dan fasilitas di sekolah tesebut. Sehingga program ini menumbuhkan perilaku positif dalam bentuk interaksi dengan siswa yang lain serta memotivasi semangat siswa.

Feybe Sanger
Feybe Sanger (ISTIMEWA)

"Saya berpendapat bahwa secara substansi Regulasi baru ini mempertegas tentang inti pengenalan terhadap siswa baru, bukan hal-hal lain sehingga harus digaris bawahi oleh sekolah-sekolah pelaksana masa pengenalan berdasarkan regulasi baru ini adalah kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pengenalan Lingkungan sekolah," terangnya.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Minahasa ini mengungkapkan poin penting pengenalan sekolah berdasarkan aturan baru yakni perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru, dilarang melibatkan siswa senior  dan atau alumni sebagai penyelenggara. Kegiatan dilakukan di lingkungan sekolah, kecuali sekolah yang tidak memiliki fasilitas yang memadai.

"Wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan melakukan kegiatan yang tidak bersifat perploncoan  atau tindak kekerasan lainnya. Wajib menggunakan seragam dan atribut resmi dari sekolah. Selain itu, dilarang memberikan tugas kepada kepada siswa baru berupa kegiatan maupun penggunaan atribut yang tidak relevan dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya," terangnya.

Feybe meminta dinas pendidikan wajib mengawasi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang ada di Minahasa. Jika terjadi pelanggaran maka Dinas pendidikan Minahasa wajib menghentikan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. 

"Oleh karena itu, Diknas Minahasa harus terus sosialisasikan hal ini sebab ada sanksi yang mengikat terkait pelanggaran-pelanggaran atas regulasi ini. Sehingga pada saat Masa pengenalan lingkungan Sekolah di Minahasa baik SMP dan SMA bisa melaksanakan sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Dia menerangkan masa pengenalan ini adalah mengenalkan arti pentingnya  kesadaran  berbangsa, bernegara,  cinta tanah air, lingkungan dan bermasyarakat. hal-hal ini sebagai respon atas Kondisi Bangsa Indonesia saat ini dimana dirongrong dengan berbagai upaya memecah belah.

"Sangat penting untuk memberi penguatan kepada siswa-siswa dengan materi-materi seperti Pancasila dan UUD 1945 ,Bhineka Tunggal Ika, Negara  Kesatuan  Republik  Indonesia," sebutnya.

Feybe Sanger mengatakan pentingnya peran aktif orangtua siswa untuk mengawasi program pengenalan sekolah berjalan sesuai aturan.

"Komisi II DPRD Minahasa yang salah satu mitra kerjanya adalah Dinas pendidikan Kabupaten Minahasa siap meneruskan aspirasi masyarakat jika ditemukan adanya dugaan pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah yang tidak sesuai aturan. Sehingga secara kualitas pendidikan di Minahasa semakin maju karena manajemen pendidikan yang terselenggara dengan baik," tegasnya.

Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help