Disdukcapil Kejar Target, 11 Persen Wajib E-KTP Belum Lakukan Perekaman

Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) menjadi ujung tombak untuk menyediakan data pemilih jelang momen pileg dan pilpres 2019.

Disdukcapil Kejar Target, 11 Persen Wajib E-KTP Belum Lakukan Perekaman
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Provinsi Sulawesi Utara, dr Bahagia Mokoagouw 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, ID - Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) menjadi ujung tombak untuk menyediakan data pemilih jelang momen pileg dan pilpres 2019.

Satu di antara upaya yang dilakukan dengan mendata seluruh warga negara yang wajib memiliki e-KTP melalui perekaman data.

Untuk menyusun data base kependudukan, Disdukcapil mengambil rekaman data retina mata, dan sidik jari.

Di Sulawesi Utara, perekaman data penduduk e-KTP baru mencapai 89 persen.

"Masih ada sekitar 11 persen yang harus melakukan perekaman," kata dr Bahagia Mokoagouw kepada tribunmanado.co.id di Kantor DPRD Sulut usai rapat dengan Komisi I DPRD, Rabu (11/7/2018) .

Disdukcapil Kabupaten/Kota lanjut Bahagia merupakan ujung tombak untuk memenuhi target.

Namun Bahagia menekankan, pencapaian perekaman e-KTP tak akan memperoleh angka 100 persen, persoalannya data penduduk wajib KTP merupakan data bergerak, tiap hari ada penduduk yang berusia wajib KTP.

"Tiap hari itu ada ketambahan ratusan wajib KTP," ujarnya.

Dalam rapat dengan Komisi I, Bahagia menyampaikan mendapat dukungan penuh dari DPRD

Ia mengimbau warga yang belum melakukan perekaman bisa datang ke kantor Disdukcapil.

Saat ini memang perekaman sudah dipusatkan di Kantor Disdukcapil, beda dengan sebelumya di Kantor Kecamatan.

Usai perekaman, akan dilayani dengan pencetakan KTP elektronik, ia memastikan blanko KTP tersedia.

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved