Asal Muasal Lahirnya Ragey, Berawal dari Sebutan Masyarakat Minahasa Sampai Tersohor di Daerah Lain

Sekadar informasi, ragey adalah makanan sejenis sate yang berbahan dasar daging babi.

Asal Muasal Lahirnya Ragey, Berawal dari Sebutan Masyarakat Minahasa Sampai Tersohor di Daerah Lain
uchadisini.blogspot.com
Ragey 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Di Sulawesi Utara, makanan ragey sudah sangat dikenal oleh masyarakat, bahkan menjadi makanan khas yang harus ada di setiap acara.

Saat ini banyak rumah makan yang menyediakan atau menjadikan ragey sebagai menu utama.

Tapi tahukah Anda siapa dan rumah makan mana yang terlebih dahulu menjajakan dan memopulerkan nama ragey untuk menu sate 'jumbo' daging babi bakar tersebut?

Sekadar informasi, ragey adalah makanan sejenis sate yang berbahan dasar daging babi.

Bedanya dengan sate, ragey bukan hanya daging, tapi juga ada bagian lemak dan kulit dengan campuran jeruk dan garam, kemudian ditusuk seperti sate dan dibakar menggunakan bara api.

Menurut informasi, yang mengenalkan kata ragey untuk masakan tersebut dan menjualnya pertama kali adalah pemilik Rumah Makan Ragey yang terletak di Kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa.

Jika ke Kawangkoan Anda bisa dengan mudah mendapatkan rumah makan tersebut karena di depannya ada patung tangan yang memegang dua tusuk regey.

Rumah makan itu milik keluarga Adri Lomboan-Tarandung yang mulai membuka usaha sekitar tahun 1987.

"Awalnya saya jual makanan biasa. Sekitar tahun 1987 suami saya bilang, bagaimana kalau buka rumah makan dan menjual sate babi bakar itu (ragey). Lantaran suami saya kan tukan potong babi, akhirnya saya setuju. Akhirnya coba-coba mulai usaha rumah makan, tapi posisinya masih di depan pompa minyak (SPBU) di Kawangkoan, sewa di situ," ujar Meva Tarandung, pemilik Rumah Makan Ragey.

Ia ingat pelanggan pertama rumah makannya adalah para sopir Kawangkoan-Manado. Karena kelezatannya, mulai banyak yang datang ke rumah makan tersebut. "Dari mulut ke mulut saja," kata dia.

Halaman
123
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Valdy Suak
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help