Honey Traps, Jebakan Seks 'Mata-mata' Rusia di Piala Dunia 2018

Demam Piala Dunia 2018 ternyata tak cuma diramaikan dengan kemeriahan pecinta sepak bola pada gerak lincah idola lapangan hijau.

Honey Traps, Jebakan Seks 'Mata-mata' Rusia di Piala Dunia 2018
Thinkstock/Willbrasil21
Pecinta sepak bola yang ingin tidur dengan wanita tuna susila Rusia selama Piala Dunia mendapat peringatan keras karena risiko bercinta dengan mata-mata Rusia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Demam Piala Dunia 2018 ternyata tak cuma diramaikan dengan kemeriahan pecinta sepak bola pada gerak lincah idola lapangan hijau.

Namun Piala Dunia juga diramaikan dengan meningkatnya aktivitas seksual berganti-ganti pasangan.

Hanya saja, para pecinta sepak bola yang ingin tidur dengan perempuan tuna susila Rusia selama Piala Dunia berlangsung mendapat peringatan keras. Bukan soal tingkat risiko penularan penyakit melainkan soal 'status' perempuan.

Mereka diberi peringatan bahwa ada kemungkinan berhubungan seks dengan mata-mata Rusia dan terjebak dalam 'honey traps' atau 'perangkap manis.'

Tak cuma itu, mereka juga menghadapi risiko kemungkinan pemerasan lewat foto-foto yang diunggah di laman Facebook.

'Honey traps' - seksualitas yang digunakan untuk kepentingan moneter atau keuntungan politik - sebelumnya dicurigai sebagai taktik yang digunakan oleh badan keamanan Rusia atau dikenal dengan Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) untuk menculik intelijen musuh.

"Diketahui bahwa para perempuan di lembaga yang kurang sehat akan membubuhkan (menambahkan sesuatu ke) minuman Anda," tulis sebuah situs turis di kota St. Peterburg, Bravo Solutions, memperingatkan dikutip dari Metro.

"Kuatnya suplemen penenang akan menjatuhkan Anda dan ini waktunya untuk 'kesempurnaan' aksinya. Mimpi buruk dimulai ketika Anda bangun - kenangan akan dompet yang terisi penuh serta apartemen berperabot diganti dengan dompet dan apartemen kosong."

Layanan seks tersebut dibanderol dengan harga US$50-600 tergantung pada jenis layanan dan durasi.

"Para pelacur Rusia yang beroperasi di pinggiran kota atau mereka yang jarang bersentuhan dengan orang-orang non Rusia akan dengan mudah menerima rubel (mata uang Rusia) untuk kegiatan seksualnya."

Halaman
123
Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved