Piala Dunia 2018 Membuktikan bahwa Gelandang Bertahan Punya Prospek Cerah Menjadi Pelatih

Piala Dunia 2018 menjadi bukti bahwa para mantan gelandang bertahan memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi pelatih hebat.

Piala Dunia 2018 Membuktikan bahwa Gelandang Bertahan Punya Prospek Cerah Menjadi Pelatih
gettyimages.ie
Didier Deschamps 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Piala Dunia 2018 menjadi bukti bahwa para mantan gelandang bertahan memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi pelatih hebat.

Piala Dunia 2018 telah memasuki babak semifinal, empat negara terbaik yaitu Kroasia, Inggris, Prancis serta Belgia kini bersaing untuk memperebutkan dua tiket menuju final yang akan digelar di Stadion Luzhniki.

Keempat negara yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2018 ini memiliki sebuah persamaan yaitu dilatih oleh pelatih yang saat bermain biasa melakoni peran sebagai gelandang bertahan.

Zlatko Dalic (Kroasia), Gareth Southgate (Inggris), Didier Deschamps (Prancis) serta Roberto Martinez (Belgia) adalah mantan gelandang bertahan yang sukses membawa anak asuhannya berlaga di babak semifinal Piala Dunia 2018.

Nama Didier Deschamps dan Gareth Southgate tentu tak asing bagi penikmat sepak bola di masa lalu. Sebagai pemain, Deschamps sukses meraih gelar Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 sebagai kapten Le Blues.

Selain itu pria 49 tahun ini juga bermain di klub-klub besar Eropa seperti Juventus, Chelsea dan Valencia. Sedangkan Gareth Southgate adalah pemain serba bisa bagi timnas Inggris.

Southgate meski posisi aslinya adalah bek tengah namun juga kerap bermain sebagai gelandang bertahan bersama tim Tiga Singa.

Sementara dua pelatih semifinalis Piala Dunia 2018 lain yaitu Zlatko Dadic dan Roberto Martinez punya nasib yang sedikit berbeda dari Deschamps dan Southgate saat masih bermain.

Kariernya Dadic dan Martinez saat masih bermain sebagai gelandang bertahan tak terlalu mengkilap dan tak pernah merasakan berseragam tim nasional.

Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic kariernya sebagai gelandang bertahan hanya berkutat di tim-tim asal Yugoslavia. Sementara Roberto Martinez yang berasal dari Spanyol justru namanya mulai dikenal saat menjadi andalan klub-klub kasta kedua Liga Inggris.

Halaman
12
Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved