Gareth Southgate dan Rompi Fenomenal di Piala Dunia 2018

Selain merancang strategi jitu yang mengancam pertahanan lawan, aksi Southgate di pinggir lapangan hijau juga menarik perhatian.

Gareth Southgate dan Rompi Fenomenal di Piala Dunia 2018
REUTERS/Dylan Martinez
Gareth Southgate dan rompi fenomenalnya 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sosok pelatih Gareth Southgate menjadi salah satu kunci penampilan apik tim nasional Inggris sepanjang gelaran Piala Dunia 2018 yang sedang berlangsung. Selain merancang strategi jitu yang mengancam pertahanan lawan, aksi Southgate di pinggir lapangan hijau juga menarik perhatian.

Southgate disebut membawa gaya baru dalam dunia persepakbolaan. Alih-alih mengenakan setelan jas seperti kebanyakan pelatih lainnya, Southgate memilih untuk memakai vest atau rompi berkancing saat mengarahkan anak asuhnya di lapangan.

Gaya Southgate ini pun terlihat lebih necis dan modis di lapangan. Sebenarnya, gaya Southgate sendiri bukan 'gaya baru.' Vest ini sebenarnya 'dalaman' rompi saat memakai jas formal ala pria-pria Inggris atau dalam istilah mode disebut waistcoat atau suit vest.

Ketika Three Lions berlaga di Piala Dunia 2018, Southgate bakal memakai kemeja panjang yang dilapisi dengan rompi tak berlengan. Pilihan busana itu dipadukan dengan celana bahan panjang. Pelatih 47 tahun melengkapi penampilan rapinya itu dengan sebuah dasi dan jam tangan.

Rompi Southgate itu berhasil menjadi fenomena fashion terbaru belakangan ini. Media luar bahkan menyebutnya sebagai Gareth Southgate Effect atau efek dari Southgate. Rompi yang terkesan memiliki gaya tradisional itu kini kembali menjadi tren.

Efek Southgate itu dibuktikan dengan melonjaknya penjualan rompi yang dikenakan sang pelatih. Diberitakan Independent, penjualan rompi Southgate di Marks & Spencer meningkat 35 persen pada beberapa waktu terakhir. Label besar itu merupakan pemasok setelan resmi untuk timnas Inggris sejak 2007. Rompi Southgate itu dihargai 65 poundsterling atau sekitar Rp1,2 juta.

Situs penjualan online eBay juga melaporkan pencarian terhadap rompi Southgate ini juga meningkat 25 persen pada sepekan terakhir.

Sementara itu, situs mode global Lyst juga menyatakan kepada Harpers Bazaar bahwa pencarian rompi Southgate itu meningkat 41 persen sejak Piala Dunia digelar 14 Juni lalu. Situs itu mencatat rata-rata orang mencari rompi itu setiap 12 menit. Saat Inggris bertanding, pencarian bakal meningkat 55 persen dan sekaligus membuat rompi itu menjadi barang yang populer di situs tersebut.

Asal-usul rompi

Di sisi lain, Southgate sebenarnya bukanlah satu-satunya sosok yang mengenakan rompi itu beberapa waktu terakhir. Beberapa bintang seperti David Beckham dan Tom Hardy juga pernah memakai gaya serupa. Namun, pemakaian yang intens sepanjang laga timnas Inggris di Piala Dunia 2018, membuat Southgate menjadi sorotan.

Rompi kerap menjadi pilihan lantaran dapat membentuk badan pria dengan baik. Rompi sering kali dibaratkan sebagai korset pada wanita karena dapat membingkai perut. Dalam beberapa kesempatan rompi dapat digunakan dengan memakai kancing atau melepasnya.

Diberitakan The New York Times, rompi ini sebelumnya menjadi pilihan busana untuk berbagai acara formal seperti pernikahan atau pertemuan. Raja Charles II disebut mulai mengenalkan rompi itu pada 1666 silam.

Gaya pakaian itu dipengaruhi oleh perang yang sedang berlangsung antara Inggris dan Prancis. Di masa lalu, rompi itu identik dengan warna-warna cerah.

Tokoh ikonis Beau Brummell disebut mulai memperkenalkan bentuk setelan rompi itu yang lebih sederhana pada 1790-an hingga awal 1800-an.

Gaya ini kemudian tak lagi diminati sejak 1900an. Setelan two pieces yang lebih sederhana mulai mencuri perhatian dunia fashion pria. Hanya terlihat sesekali saja para pria mengenakan rompi tersebut.

Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved