BEI Bakal Benahi Transaksi Short Sell

Tak mudah untuk mengetahui data aktivitas short sell. Tapi, indikasi maraknya short sell setidaknya tecermin dari aktivitas pinjam-meminjam efek.

BEI Bakal Benahi Transaksi Short Sell
Kontan
Pialang mengamati pergerakan saham di BEI

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA- Bursa Efek Indonesia (BEI) berniat membenahi aturan jual kosong atawa short sell. Selain untuk meningkatkan transaksi, hal itu juga dilakukan supaya fasilitas yang hanya bisa digunakan oleh investor kakap tersebut dimanfaatkan sesuai dengan koridornya.

Tak bisa dipungkiri, aktivitas transaksi short sell kian memperburuk kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Soalnya, aktivitas itu bisa mendorong penjualan masif demi memperoleh gain di tengah penurunan indeks.

Tak mudah untuk mengetahui data aktivitas short sell. Tapi, indikasi maraknya short sell setidaknya tecermin dari aktivitas pinjam-meminjam efek. Sebab, kedua hal tersebut saling terkait.

Berdasarkan data Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), ada 1,24 juta saham senilai Rp 1,55 miliar yang dipinjam sepanjang bulan Maret. IHSG masih adem ayem di bulan ini.
Pada bulan April, angkanya melompat lebih dari sembilan kali lipat menjadi 12 juta saham, atau setara Rp 17,87 miliar. Bulan ini merupakan momen di mana IHSG mulai menjauhi level 6.000.

Pihak BEI tak menampik hal tersebut. Short sell merupakan hal yang lazim terjadi saat pasar bergejolak. "Karena secara nature, ada risiko itu," ujar Hasan Fauzy, Direktur Pengembangan BEI, Kamis (5/7). Tapi, itu bukan berarti short sell yang menjadi biang keladi kejatuhan indeks, melainkan memang karena faktor sentimen global.

Jadi, pembenahan yang dilakukan nanti arahnya adalah penyempurnaan. Otoritas bakal benar-benar mengawal aktivitas short sell berjalan sesuai dengan ketentuan. Yang terpenting, bursa bakal mengawal soal ketersediaan suplai. "Ini untuk menghindari gagal bayar," tambah Hasan.

Pernah dilarang
Meski bisa menjadi momok bagi perdagangan saham, short sell merupakan aktivitas legal. Bahkan, short sell ada di aturan pasar modal.

Aturannya tercantum dalam Peraturan BEI No. III-I tentang Keanggotaan Margin dan/atau Short Selling dan perubahan Peraturan BEI No. II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek Dalam Transaksi Marjin, serta Surat Edaran Bursa Efek Indonesia No. S-01109/BEI.ANG/02-2017 tentang Pemenuhan Ketentuan Pembiayaan Transaksi oleh Anggota Bursa (AB).
BEI juga rutin menerbitkan daftar saham yang boleh dikenakan aktivitas short sell di periode tertentu.

Short sell juga unik. Praktik ini menawarkan gain meski indeks dalam kondisi bearish. Logikanya, gain hanya bisa didapat saat pasar sedang bullish. Tapi, short sell bisa memberikan gain saat pasar bearish.

Karena keunikannya itu juga, BEI pernah melarang aktivitas short sell pada 2008. Pelarangan dilakukan menyusul seruan otoritas bursa Amerika Serikat (AS) terkait larangan short sell demi menghindari kejatuhan indeks global lebih dalam kala itu.

Halaman
12
Editor: Herviansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help