PAD Pajak Restoran di Kotamobagu Capai Rp 2 Miliar Rupiah

Pendapatan asli daerah (PAD) Kotamobagu, Sulawesi Utara, diambil dari pajak makanan dan minuman dari restoran dan kafe sebesar 10 persen.

PAD Pajak Restoran di Kotamobagu Capai Rp 2 Miliar Rupiah
TRIBUN MANADO/VENDI LERA
Kasir di Cafe Korot, Kotamobagu, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Pendapatan asli daerah (PAD) Kotamobagu, Sulawesi Utara, diambil dari pajak makanan dan minuman dari restoran dan kafe sebesar 10 persen.

Sistem pemotongan pajak 10 persen mengunakan mesin e-tax.

Mesin ini sudah diprogram potongan pajak 10 persen dari total belanja dari konsumen.

"Mesin e-tax ini diberikan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kotamobagu, kepada pemilik restoran," ujar Kasir di Cafe Korot Nia K, Jumat (06/07/2018).

Kata dia, semua transaksi dari konsumen, mengunakan print out yang dikeluarkan mesin e-tax.

Jadi konsumen dibebankan pajak untuk membantu daerah dalam hal ini PAD.

Kepala Bidang Penagihan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kotamobagu Hamka Daun mengatakan, pajak 10 persen sebagai upaya menggali potensi retribusi dalam meningkatkan PAD di daerah.

Hal itu berdasarkan Perda nomor 17 Tahun 2012 tentang pajak daerah.

"Ada 25 mesin e-tax yang disebarkan ke seluruh cafe dan restoran di Kotamobagu," ujar Hamka Daun.

Target PAD dari pajak restoran tahun 2018 sebesar Rp 2 miliar, baru direalisasi Januari-Juni Rp 797 juta rupiah atau presentasenya 39,86 persen.

"Jadi masyarakat yang makan dan minum di restoran mengunakan e-tax, sudah ikut membantu PAD Kotamobagu," ujar Hamka lagi.

Ia menambahkan, akan cek kembali, apakah mesin e-tax yang dipasang di restoran dan rumah makan dipergunakan atau tidak. (Tribunmanado.co.id/Vendi Lera)

Penulis: Vendi Lera
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help