(VIDEO) Kisah Perajin Perahu Tradisional di Desa Semayap

Wahyu (40), seorang pembuat atau perajin perahu tradisional di Perumnas Rampa Baru, Desa Semayap, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Suasana masih cukup pagi, hembusan angin bertiup sangat terasa ketika menginjakkan kaki di sebuah perkampungan padat penduduk.

Perumnas Rampa Baru, Desa Semayap, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru.

Kendati masih cukup pagi, aktivitas warga di perkampungan itu begitu ramai oleh bermacam aktivitas warga yang mayoritas keseharian berprofesi sebagai nelayan dan pembuat ikan kering.

Dengan dialeg bahasa Suku Bajau Samma masih sangat kental, pun cukup riuh terdengar di telinga.

Apalagi mereka yang sangat asing bermukim di sana, namun sangat akrab.

Di sela suara cukup riuh itu, sesekali terdengar suara bising dari mesin bor dan katam (mesin serut kayu).

Oleh adanya kegiatan pembuatan balapan atau perahu khas sebutan warga Kotabaru, terlebih warga di pesisir selatan kabupaten berjuluk Bumi Saijaan ini.

Wahyu (40), seorang pembuat atau perajin perahu tradisional di Perumnas Rampa Baru, Desa Semayap, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru.

Usaha pembuatan perahu digeluti ayah dikarunia dua orang anak masih duduk di sekolah dasar (SD) ini sudah berlangsung lama, hampir belasan tahun.

Tak pelak sebagai pembuat perahu, ilmu didapat secara otodidak atau turun-temurun ini membuatnya sangat mahir dan cukup profesional.

Halaman
123
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved