Gojek Ekspansi ke Asia Tenggara, ini Alasan Nadiem Makarim

Meluncurnya aplikasi Gojek di sejumlah negara Asia Tenggara dinilai semakin memantapkan posisi unicorn asal Indonesia tersebut di pasar global.

Gojek Ekspansi ke Asia Tenggara, ini Alasan Nadiem Makarim
Kompas
Nadiem Makarim 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Meluncurnya aplikasi Gojek di sejumlah negara Asia Tenggara dinilai semakin memantapkan posisi unicorn asal Indonesia tersebut di pasar global.

Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC beberapa waktu lalu, pendiri dan CEO Gojek Nadiem Makarim mengungkapkan beberapa hal yang selama ini belum terungkap dari Gojek.

Salah satunya alasan di balik ekspansi Gojek ke Asia Tenggara. Nadiem mengatakan ekspansi perusahaannya ke sejumlah negara di Asia Tenggara dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu yang sangat tinggi dari tim yang bekerja di Gojek.

Menurut Nadiem, mereka ingin tahu apakah model jasa Gojek yang sudah berhasil di Indonesia dapat juga diterapkan di pasar dengan kebudayaan yang berbeda, atau hanya dapat diterima di Indonesia saja.

"Bagi kami, dapat melakukan ekspansi ke luar Indonesia sangat menyenangkan karena kami dapat melihat apakah model jasa kami dapat direplika dalam konteks kebudayaan yang berbeda atau tidak," ujar Nadiem dalam wawancara dengan CNBC, Jumat lalu (29/6).

Rencananya, dalam waktu dekat Gojek akan mulai mengaspal di Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Terkait pemakaian nama Gojek, Nadiem mengaku memberikan kebebasan kepada rekanan lokal di setiap negara untuk menentukan akan memakai nama Gojek atau tidak. Sebelumnya, Gojek sudah mengumumkan bahwa nantinya nama Gojek akan diganti menjadi GET di Thailand, dan Go-Viet di Vietnam.

Untuk bentuk kerja sama, Nadiem menyebut Gojek akan melakukan mentoring terkait apa yang sudah dipelajari dan berhasil Indonesia, serta apa yang tidak berjalan baik. Nadiem berharap setelah dilakukan mentoring di awal, lama-kelamaan para rekanan lokal di masing-masing negara dapat menyusun strateginya sendiri yang didasarkan pada kondisi pasar.

"Strategi seperti memilih produk apa yang akan diluncurkan, bagaimana meluncurkannya, termasuk juga bagaimana mereka menentukan harga, bagaimana mereka akan merekrut pekerja, dan bagaimana mereka memposisikan merek ini di pasar," tuturnya.

Menyoal kepemilikan dan kendali terhadap perusahaan, ia menolak untuk menjelaskan secara rinci. Namun, ia mengklaim Gojek berusaha memberikan sebanyak mungkin otonomi kepada setiap tim lokal di masing-masing negara.

Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help