Diduga Ada Kecurangan, Ratusan Warga Gelar Demo di Kantor KPU Talaud, Minta Pemungutan Suara Ulang

Ratusan warga yang menamakan aliansi masyarakat peduli Pilkada kembali melakukan aksi demo, di kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Talaud

Diduga Ada Kecurangan, Ratusan Warga Gelar Demo di Kantor KPU Talaud, Minta Pemungutan Suara Ulang
Istimewa
Ratusan warga yang menamakan aliansi masyarakat peduli Pilkada kembali melakukan aksi demo, di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Talaud, Rabu (4/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Jhonly Kaletuang

TRIBUNMANADO.CO.ID, MELONGUANE - Ratusan warga yang menamakan aliansi masyarakat peduli Pilkada kembali melakukan aksi demo, di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Talaud, Rabu (4/7/2018).

Demo yang sama juga sempat dilakukan massa satu hari sebelumnya.

Massa bergerak dari lapangan Sangkudiman menuju kantor KPU Talaud pada pukul 14.15 Wita.

Disana massa yang menyampaikan aspirasi mereka dikawal ketat ratusan aparat Kepolisian, TNI-AD dan TNI-AL.

Koordinator Aksi, Hariono Bawonseet  menyampaikan beberapa tuntutan serta membeberkan beberapa fakta yang diindikasikan terdapat kecurangan pada saat pencoblosan pada tanggal 27 Juni lalu, dimana terdapat surat keterangan (suket) fiktif kebanyakan fotocopy (tidak asli). Indikasi kecurangan lainnya, kata Bawonseet yakni daftar hadir terjadi penggelembungan suara yang menambah jumlah kertas suara terpakai tidak sesuai dengan daftar hadir pemilih.

"Kedatangan kami meminta pada panyelenggara pilkada Kabupaten Talaud untuk memberi rekomendasi pemungutan suara ulang pada beberapa wilayah yang kami nilai melakukan kecurangan," tegasnya.

Karena diduga banyaknya kecurangan yang terjadi, pria vokal tersebut meminta Penyelenggara dan aparat untuk dapat menarik kotak suara dimana, diduga terjadi pelanggaran dan membuka serta meneliti pelanggaran tersebut didepan saksi para pasangan calon.

"Kami tidak mau pemimpin yang lahir dari sebuah kecurangan, kita mau pemimpin yang lahir dari sebuah proses demokrasi yang jujur dan adil," tambahnya.

Usai menyampaikan aspirasi, diutus 5 orang perwakilan massa menemui Komisioner KPU Talaud Kader Talenggoran dan Sekretaris KPU Nelwan Maloring.

Sementara itu, terkait dengan adanya indikasi kecurangan yang terjadi, KPU meminta waktu selama tiga hari kedepan untuk mencocokan data dilapangan.

"Berikan kesempatan kepada kami untuk bekerja dengan baik agar supaya apa yang menjadi tuntutan bapak-ibu dapat kami laksanakan," ungkap Talenggoran.

Bahkan dia berharap kiranya dalam menyalurkan aspirasi tidak ada tindakan yang anarkis, memicu kekacauan.

"Oleh Karena itu silakan menyalurkan aspirasi dan kami KPU, sifatnya kalau memang ada indikasi pelanggaran yang secara masif, terstruktur dan bisa dibuktikan dokumennya, kami siap diproses," tegasnya.

Setelah menyampaikan aspirasi dan diterima oleh pihak penyelenggara pilkada, para pengunjuk rasa meninggalkan kantor KPU dengan tertib dan aman.

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help