Status Istri Ditulis Cerai Mati di Kartu Keluarga, Hans Tinangon Dituntut 18 Bulan Penjara

Kasus pemalsuan kartu keluarga (KK) yang menyeret Kepala Inspektorat Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dengan terdakwa Hans Tinangon

Status Istri Ditulis Cerai Mati di Kartu Keluarga, Hans Tinangon Dituntut 18 Bulan Penjara
Sidang kasus pemalsuan kartu keluarga di PN Manado 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasus pemalsuan kartu keluarga (KK) yang menyeret Kepala Inspektorat Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dengan terdakwa Hans Tinangon, akhirnya masuk ke tahapan tuntutan.

Dihadapan majelis hakim, Hans dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Edwin Tumundo dengan hukuman 18 bulan atau 1 tahun enam bulan penjara.

"Setelah memeriksa semua saksi, kami bersepakat untuk menuntut terdakwa dengan ancaman 1 tahun enam bulan," kata Edwin.

Terdakwa Hans Tinangon tampak santai mendengarkan putusan tersebut.

Usai JPU membacakan tuntutannya, ketua majelis hakim Denny Tulangow kemudian memberikan kesempatan untuk penasehat hukum terdakwa menyampaikan pledoi.

"Terdakwa dituntut dengan ancaman penjara selama 1 tahun 6 bulan penjara. Silahkan siapkan pembelaan dan sidang selanjutnya akan mendengarkan pembelaan terdakwa," pungkasnya.

Sekadar  Hans Tinangon ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Manado dalam kasus pemalsuan Kartu Keluarga (KK) yang dilakukan pada tahun 2010 silam.

Dimana Hans dengan sengaja menulis keterangan sang istri dengan cerai mati, padahal pada kenyataannya sang istri masih dalam keadaan sehat.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved