Kasus Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong Makin Meningkat, Ada yang Salah?

Ferry Liando mengatakan ada persoalan yang harus segera dibenahi dan dicarikan solusinya yaitu kasus calon tunggal saat melawan kotak kosong

Kasus Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong Makin Meningkat, Ada yang Salah?
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Ferry Liando 

 Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Calon tunggal terus meningkat di pilkada. Pada 2015 ada 3 calon, 2017 ada 9 calon dan di tahun 2018 menjadi 16 calon.

"Ini perlu dicegah agar hak konstitusi pemilih dijamin dalam menentukan pilihannya," ujar Ferry Liando, Dosen Ilmu Politik Unsrat ketika membawakan materi soal pemilu di kantor Bawaslu RI, Selasa (3/7/2018).

Ferry menjadi pembicara bersama Ida Budiati anggota DKPP dan mantan anggota KPU RI, Fadil ramadhanil peneliti Perludem dan Bonny Hargens Penhamat politik UI.

Ferry mengatakan ada persoalan yang harus segera dibenahi dan dicarikan solusinya

Dari hasil identifikasinya, Ferry menilai tdak adanya ambang batas menjadi anggota DPRD bagi peserta pemilu menjadi salah satu penyebab munculnya calon tunggal di Pilkada.

Selama ini ambang batas atau parliament treshold hanya berlaku di DPR RI. Kalau dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu menyebutkan parliamentary treshold 4 persen yang pada UU pemilu sebelumnya 3,5 persen.

Jadi untuk menentukan apakah parpol bisa ke parlemen maka parpol itu harus memperoleh 4 persen suara hasil pemilu. Maka tidak semua parpol peserta pemilu bisa masuk parlemen.

Ketentuan ini tidak berlaku di DPRD sehingga semua parpol peserta pemilu ada di DRPD.

"Akibatnya adalah suara pemilih terdistribusi secara merata pada semua parpol sehingga tidak amat sulit bagi parpol untuk memenuhi 20 persen jumlah kursi sebagai syarat untuk mencalonkan kepala daerah," jelas Pengamat Politik Sulut ini.

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved