Kisah Korban Pembunuhan di Perkamil, Sang Ayah: Dia Tidak Pernah Melawan

Suasana rumah duka ramai dengan warga yang datang melayat, namun hal tersebut tak membuat duka Petrus hilang begitu saja.

Kisah Korban Pembunuhan di Perkamil, Sang Ayah: Dia Tidak Pernah Melawan
TRIBUNMANADO/INDRY PANIGORO
MNK atau Amat (24) tersangka pembunuhan terhadap sopir mikrolet jurusan perkamil, Ridel Paruntu (17) meminta maaf kepada keluarga korban dari dalam sel tahanan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Matanya menatap ke depan, kemudian menerawang ke atas.

Petrus Paruntu mengungkapkan kenangannya beberapa tahun terakhir bersama sang anak, Ridel Paruntu, yang meninggal di usia 17 tahun akibat tikaman.

Suasana rumah duka, di Jaga Tujuh Desa Kawiley Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) ramai dengan warga yang datang melayat.

Namun, hal tersebut tak membuat duka Petrus hilang begitu saja.

"Anak saya tahu menyetir mobil itu tanpa diajari. Dia hanya melihat kemudian memperhatikan saya mengendarai mobil.

"Kemudian dia langsung belajar sendiri," ujar Om Petu sapaan pria 61 tahun ini.

Tidak hanya mengendarai mobil pada umumnya. Ridel juga belajar mengoperasikan alat berat eskavator.

"Waktu itu saya ajak dia dan pindah bawa ke Samarinda. Dia sempat bersekolah SMP di sana. Di sana, saya ajak dia ke tempat kerja saya membawa alat berat.

"Saya kaget ternyata dia (Ridel) juga bisa belajar sendiri mengoperasikan eskavator. Padahal belum satu minggu disana," ujar Om Petu.

Ridel beberapa kali berpindah tempat sekolah ikut di mana ayahnya bekerja. Tahun 2012, Ridel diajak ayahnya ke Jayapura dan bersekolah di sana.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved