Lanjutan Kasus Pemecah Ombak Likupang, Bukti Keterlibatan VAP Masih Ditelusuri Kejati Sulut

Kejaksaan Tinggi Sulut masih mengumpulkan bukti terkait keterlibatan Bupati Minahasa Utara, Vonnie A. Panambunan dalam kasus korupsi pemecah ombak

Lanjutan Kasus Pemecah Ombak Likupang, Bukti Keterlibatan VAP Masih Ditelusuri Kejati Sulut
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Kajati Sulut, M. Roskanaedi 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kejaksaan Tinggi Sulut masih mengumpulkan bukti terkait keterlibatan Bupati Minahasa Utara, Vonnie A. Panambunan dalam kasus korupsi pemecah ombak, Desa Likupang, Kabupaten Minut.

Hal itu dikatakan oleh Kajati Sulut, M. Roskanaedi ketika ditemui Tribun Manado, Sabtu (30/6/2018) di kantornya.

"Penyidik kami masih mengumpulkan bukti, karena selama ini hanya ada nyanyian dipersidangan," ujarnya.

Ia menambahkan nyanyian tersebut baru merupakan salah satu alat bukti.

"Butuh dua alat bukti untuk menetapkan seseorang jadi tersangka," ucapnya.

Diketahui dugaan korupsi pemecah ombak desa Likupang Minahasa Utara ini bergulir di Kejati Sulut sejak tahun 2016.

Kasus ini dilaporkan oleh salah satu LSM yang menemukan keganjalan bahwa proyek berbandrol Rp 15 Miliar tersebut, tidak melaui proses tender melainkan penunjukkan langsung.

Kejati Sulut kemudian menyeret tiga terdakwa ke meja hijau yakni Rosa Tindajoh mantan kepala BPBD Minut, Robby Moukar selaku kontraktor, dan Steven Solang selaku PPK.

Tak lama kemudian, Kejati Sulut juga menetapkan satu tersangka baru, yakni Direktur BNPB inisial JT alias Junjungan.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved