Lepas Ikan Araipama Gigas Bisa Membahayakan Ekosistem, Menteri Susi Marah! Minta Pelaku Dijerat

Sebagaimana diketahui, Arapaima gigas telah ditetapkan sebagai ikan asing invasif yang dilarang pemasukannya ke wilayah Republik Indonesia.

Lepas Ikan Araipama Gigas Bisa Membahayakan Ekosistem, Menteri Susi Marah! Minta Pelaku Dijerat
Menteri Susi Pudjiastuti dan ikan Arapaima Gigas 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Kabar pelepasang ikan Arapaima Gigas di perairan Sungai Brantas, Mojokerto, Jawa Timur mendapatkan perhatian serius Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Bahkan menteri Susi berpikir untuk menjerat para pelaku.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera menindaklanjuti pemberitaan di media sosial terkait adanya pelepasan ikan Arapaima gigas di perairan Sungai Brantas, Mojokerto, Jawa Timur.

Pasalnya, pelepasan predator berbahaya tersebut tersebar melalui akun facebook Firman Smiledevils Noor yang mendapat rekaman video dari Instagram seseorang bernama @angelrtanzil, pada tanggal 25 Juni 2018 lalu.

Arapaima adalah jenis ikan air tawar terbesar di dunia yang berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan. Ikan Arapaima dapat tumbuh maksimal sepanjang 3 meter dan berat 200 kilogram....

Kalau dilepas di sungai kita, akan sangat merusak ekosistem makhluk-makhluk hidup yang tinggal di sungai tersebut, ikan-ikan lokal kita akan habis oleh ikan predator raksasa ini!  :( Video ini saya dapat rekam dari instastory seseorang bernama @angelrtanzil  Semoga ada info tambahan mengenai kejadian ini,"tulis akun Firman Smiledevils Noor.

Menanngapi video tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam video conference, Kamis (28/6/2018) bersama Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina dan Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nilanto Perbowo, menyampaikan sikap tegas KKP dalam menanggulangi pelepasliaran Arapaima ke perairan darat Indonesia.

KKP telah bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Provinsi Jawa Timur - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Perikanan Kabupaten Mojokerto, saat ini tengah melakukan pengumpulan bahan keterangan di lokasi kejadian.

Berdasarkan penyidikan sementara, ikan Arapaima tersebut merupakan milik H. Pursetyo warga Surabaya. Setidaknya ada 30 ekor Arapaima yang tersebar di Surabaya dan Sidoarjo, dengan rincian 18 ekor pada penampungan pemilik di Surabaya; 4 ekor diserahkan kepada masyarakat dan sedang dalam proses pencarian; 8 ekor dilepaskan ke Sungai Brantas, di mana 7 ekor sudah ditangkap kembali dengan 1 ekor dalam keadaan mati dan 6 ekor dikonsumsi masyarakat, sedangkan 1 ekor lagi masih dalam proses penangkapan.

Sebagaimana diketahui, Arapaima gigas telah ditetapkan sebagai ikan asing invasif yang dilarang pemasukannya ke wilayah Republik Indonesia.

Warga Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Sidoarjo memperlihatkan ikan Arapaima Gigas raksasa.
Warga Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Sidoarjo memperlihatkan ikan Arapaima Gigas raksasa. (SURYA/M TAUFIK)

termasuk dalam 152 jenis ikan berbahaya yang dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41/PERMEN-KP/2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Halaman
123
Editor: Valdy Suak
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved