Donald Sebut Paslon Harus Siap Menang Siap Kalah, 'Jangan Hanya Manis di Bibir'

PROSES pelaksanaan Pilkada tahun 2018 di 6 kabupaten/kota di Sulawesi Utara adalah pertarungan kedewasaan politik, terutama bagi pasangan calon.

Donald Sebut Paslon Harus Siap Menang Siap Kalah, 'Jangan Hanya Manis di Bibir'
TRIBUN MANADO/WARSTEF ABISADA
Dr Donald Monintja 

News Analysis oleh:
Dr Donald Monintja
Dosen Fisip Unsrat Manado

PROSES pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) tahun 2018 di 6 kabupaten/kota di Sulawesi Utara adalah pertarungan kedewasaan politik, terutama bagi pasangan calon.

Pasalnya, pergerakan pemilih amat sangat tergantung pada para pasangan calon masing-masing.

Artinya, bila pasangan calon masing-masing menerima dengan sikap kedewasaan politik atas hasil pilkada, tentu semuanya akan lancar.

Pasangan calon yang bertarung pada pilkada kali ini, tentu tak boleh hanya manis di bibir saja bahwa mereka siap menang dan siap kalah seperti komitmen saat kampanye damai beberapa bulan sebelumnya.

Tapi, harus dibuktikan kepada masyarakat bahwa setelah mengetahui hasil pilkada pasca pemungutan suara, saat kalah harus menerima dengan lapang dada dan bagi yang menang tak perlu merayakannya secara berlebihan.

Hal itu penting agar kondusifitas kamtibmas di daerah tetap terjaga, demi menjamin berjalan program pembangunan setelah terpilih pasangan calon pemimpin di daerah.

Keberadaan pasangan calon juga akan sangat meneduhkan masyarakat secara umum, walaupun pasangan calon diusung dari latar belakang partai yang berbeda.

Artinya, sikap sportif diantara mereka harus diwujudnyatakan.

Yang kalah harus mendukung yang menang, dan yang menang harus merangkul yang kalah.

Kebersamaan dan persaudaraan harus diletakkan di atas segalanya.

Jangan sampai hanya karena berbeda pilihan dalam pilkada, persaudaraan menjadi hancur dan masyarakat menjadi terkotak-kotak atau bermusuhan.

Ketegasan penyelenggara pemilu juga amat sangat menentukan dalam pilkada.

Bila ketegasan penyelenggara terindikasi memihak salah satu pasangan calon, maka proses demokrasi juga akan tercederai.

Maka penyelenggara harus menjalankan tugas sesuai dengan kode etik yang dimilikinya. (Tribun Manado/Warstef Abisada)

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help