Citizen Journalism

Fête de la Musique Berlin, Warga Jerman pun Antusias Saksikan Tim Musik Asal Indonesia

Mereka mendokumentasikan pawai serta penampilan Gamelan Salukat, Angklung Orchestra Berlin, dan Puspa Githa Pertiwi Berlin melalui telepon genggamnya.

Fête de la Musique Berlin, Warga Jerman pun Antusias Saksikan Tim Musik Asal Indonesia
citizen reporter/iwa sobara
Gamelan Salukat dari Bali saat mengisi acara Fete de la Musique di Berlin, Jerman, 21 Juni 2018 

Pada pukul 16.00 mereka tampil di taman dengan hamparan rumput hijau di Lichtenberg. Tempat berikutnya adalah di Prenzlauerberg pada pukul 18.00.

Terakhir tampil di Lustgarten, di depan Berliner Dom pada pukul 20.00 waktu setempat.

Sebelum bermain, mereka terlebih dahulu melakukan pawai melewati jalan raya di tiga tempat berbeda tersebut.

Banyak warga Jerman begitu antusias melihat tim musik dari tanah air ini.

Mereka mendokumentasikan pawai serta penampilan Gamelan Salukat, Angklung Orchestra Berlin, dan Puspa Githa Pertiwi Berlin melalui telepon genggamnya.

Nuansa Bali tampak kental dari pakaian adat yang dikenakan dan musik yang diperdengarkan.

Seorang pemain dalam rombongan musik Indonesia adalah Steffen Feindeisen. Ia seorang pemain teater yang pernah menimba ilmu di satu sekolah seni kenamaan di kota Paris.

Steffen Feindeisen seorang Indonesianis dari Jerman
Steffen Feindeisen seorang Indonesianis dari Jerman (citizen reporter/iwa sobara)

Ketika ia studi di sana, banyak mahasiswa lainnya yang selalu memperbincangkan seni tari serta seni lainnya dari Bali.

Ia lalu memutuskan untuk mengikuti program Beasiswa Darmasiswa yang ditawarkan pemerintah Indonesia setiap tahun bagi mahasiswa luar negeri di seluruh dunia.

Pada tahun 2000, ia menuntut ilmu selama satu tahun di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar, Bali.

Halaman
1234
Editor: Edi Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help