Turis Waswas di Danau Toba

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berjanji melakukan penataan kembali operasional kapal-kapal yang ada di Danau Toba.

Turis Waswas di Danau Toba
YOUTUBE
80 Penumpang Kapal Terjun ke Danau Toba Lantaran Hal Ini 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MEDAN - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berjanji melakukan penataan kembali operasional kapal-kapal yang ada di Danau Toba. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan yang pertama kali dilakukan adalah tata laksana sesuai standart operating procedure (SOP).

"Paling tidak ada tiga kriteria yang memang harus diterapkan di antaranya manifest, angka maksimal penumpang, hingga penyediaan life jacket (pelampung," jelasnya ketika ditemui di Kota Medan, Jumat (22/6).

Untuk kebijakan dan peraturan lainnya, akan dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait terutama yang berada di kawasan Danau Toba tersebut. "Saat ini semua kapal yang ada di Danau Toba juga dilakukan pemeriksaan apakah sudah sesuai dengan SOP," katanya.

Ia mengungkapkan, kapal motor Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba memiliki izin. Namun untuk nakhoda sedang dilakukan pemeriksaan.

"Pemerintah tidak ingin ada lagi musibah yang seperti terjadi pada Kapal Motor Sinar Bangun tersebut. Oleh karena itu akan diberlakukan peraturan lebih ketat dan juga pengawasan," ungkapnya.

Saat ini pihaknya beserta tim terus melakukan pencarian terhadap bangkai kapal dan korban hilang. "Apa yang dilakukan maksimal hari ini ada kekuatan dari TNI yang diperbantukan. Mulai dari mirinir hingga lainnya," ujar Budi Karya.
Sejumlah wisatawan manca negara yang berkunjung ke kawasan wisata Danau Toba ikut waswas terkait musibah itu. Pada Jumat tampak rombongan turis dari Swiss tengah memperhatikan aktivitas di pelabuhan.

Seorang wisatawan asing, Daniel Hug (59), sengaja datang ingin melihat langsung seperti apa kondisi di pelabuhan, serta lokasi lain terkait pariwisata. Menurutnya, standar kemananan dan keselamatan di negara mereka berbeda dengan di Samosir.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Berdasarkan ini kita dapat melihat tidak ada aturan berjalan secara baik," katanya. Daniel mengaku masih takut melihat aktivitas di atas danau.

Pastor Dr Herman Nainggolan yang sedang mendampingi para turis asing itu menyoroti Pemkab Samosir, termasuk lembaga-lembaga penyelenggara pariwisata.

"Seperti BPODT (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba) sudah dua tahun ada, tapi bagaimana peran serta kontribusi yang mereka berikan. Begitu pula jaminan keselamatan terhadap pengunjung bila ditinjau dari sisi wisatanya,"ucap Herman.
Alasan Herman mengaitkan ke BPODT, karena jelas dalam aturan Perpres No 49 Tahun 2016. BPODT harus melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan fasilitasi perencanaan, pengembangan, pembangunan, dan pengendalian. (tribunmedan/tim)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help