Tajuk Tamu

Daftar Pemilih, Antara Hak Konstitusi dan Syarat Administrasi

Daftar pemilih, bagaikan benda pusaka yang sangat bermanfaat bagi peserta pemilu.

Daftar Pemilih, Antara Hak Konstitusi dan Syarat Administrasi
Ferlansius Pangalila 

Tajuk Tamu oleh Ferlansius Pangalila

TRIBUNMANADO.CO.ID - Daftar pemilih, bagaikan benda pusaka yang sangat bermanfaat bagi peserta pemilu.

Bermanfaat karena peserta pemilu dapat melihat secara langsung daftar nama siapa saja yang ada di daerah pemilihan (dapil)nya yang akan berpotensi memilihnya pada saat pemilu nanti.

Dengan mengetahui siapa saja yang masuk dalam daftar pemilih, maka akan sangat mudah menentukan strategi apa yang tepat untuk digunakan di dapil tersebut berdasarkan potensi pemilih yang ada.

Karakteristik pemilih dan bahkan kecendrungan minat pemilih akan sangat mudah ditebak dengan memetahkan pemilih berdasarkan daftar pemilih tersebut.

Maka sangat tidak berlebihan jika dikatakan bahwa daftar pemilih adalah pusaka yang sangat berharga bagi peserta pemilu terlebih bagi partai politik dan para calon anggota legislatif.

Lantas bagaimana jika ada pendukung/potensi pemilih kita tetapi tidak masuk dalam daftar pemilih?

Di sisi lain, daftar pemilih seringkali dijadikan barang bukti oleh berbagai pihak dalam sengketa pemilu, kebanyakan dalam sengketa hasil perolehan suara pemilu di tingkat Mahkamah Konstitusi

. Daftar pemilih seakan menjadi bukti kuat terjadinya berbagai pelanggaran pemilu, entah hanya sebagai pelanggaran administrasi, sengketa pemilu atau bahkan tindak pidana pemilu.

Pihak tertentu sering diduga dengan sengaja menghilangkan hak memilih warga negara, atau mungkin sebaliknya mendata dan memasukan nama-nama fiktif sebagai pemilih dalam daftar pemilih.

Halaman
1234
Editor: Aldi_Ponge
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help