Kisah Pemuda Pecandu Ganja, Tobat Setelah Dengar Suara Tuhan

Pria berumur 45 tahun ini ingat betul dengan masa mudanya yang terbiasa dengan narkotika.

Kisah Pemuda Pecandu Ganja, Tobat Setelah Dengar Suara Tuhan
Thinkstockphotos
Ilustrasi ganja. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jangan sekali-kali gunakan obat terlarang.

Kalimat itu lantang diucapkan Mike menyikapi maraknya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Pria berumur 45 tahun ini ingat betul dengan masa mudanya yang terbiasa dengan narkotika.

Sejak kelas satu SMP, ia sudah mengenal ganja.

"Saya adalah pemakai ganja sejak masih bersekolah di salah satu SMP di Manado," katanya kepada TribunManado.co.id, beberapa waktu lalu.

Waktu itu, gampang saja bagi seseorang untuk beroleh barang haram itu.

Dari apotek hingga seles obat, Mike kecil memperoleh ganja.

Selain ganja, barang yang ngetop waktu itu adalah Dumolit, Mogadon serta Morfin.

Mike yang berasal dari keluarga berada, membayar Rp 20 ribu untuk seboks ganja dan morfin.

"Sangat mudah memperoleh barang-barang itu," kata pria yang kini tinggal di Manado bagian selatan.

Halaman
1234
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help