Home »

Video

(VIDEO) Alumni 212 Sarankan Anies Fokus Urus Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berpeluang maju sebagai calon presiden/wakil presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berpeluang maju sebagai calon presiden/wakil presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Nama mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menghiasi hasil sejumlah survei.

Ketua Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) yang juga Ketua Bidang Hukum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Damai

Hari Lubis, menyarankan Anies agar menyelesaikan tugas sebagai gubernur hingga akhir masa jabatan pada 2022.

"Sebaiknya Gubernur Anies fokus mengurus Jakarta sampai masa jabatan gubernur Jakarta yang terpilih secara demokratis sejak 2017 habis masa jabatan," ujar Damai Hari Lubis, ditemui di kawasan Condet, Rabu (13/6/2018).

Menurut dia, menempati posisi sebagai gubernur merupakan amanat. Untuk itu, dia tak ingin Anies mengingkari janji untuk mengabdi dan membenahi ibu kota selama lima tahun masa jabatan.

Untuk calon alternatif wakil presiden pendamping Prabowo, kata dia, masih ada sembilan nama yang diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

PKS telah mengusung ke-9 kadernya, antara lain Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS saat ini Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, mantan Menkominfo Tifatul Sembiring, Muzzamil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.

"Sebaiknya Gerindra dan PAN justru mestinya legowo Cawapres dari PKS. Jika Gerindra tidak terima Aher dan Hidayat Nur Wahid sebagai Cawapres Prabowo, karena masih ada Dewan Syuro PKS Salim Jufri yang mewakili Ulama & Habaib," kata dia.

Adapun, Anies di beberapa kesempatan masih belum mengungkapkan keinginan maju sebagai calon presiden ataupun wakil presiden. Sampai saat ini, dia masih fokus mengerjakan tugas sebagai gubernur DKI Jakarta.(*)

Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help