Selalu Ada Ketupat Setiap di Lebaran Indonesia, Kenapa?

Sesudah terisi tiga perempat beras, ia pun menutup kembali lubang yang ada di ujung kantong dengan cara merapatkan kembali janur.

Selalu Ada Ketupat Setiap di Lebaran Indonesia, Kenapa?
IST
Ilustrasi ketupat. 

TRIBUNMANADO.CO - Dengan tangan telaten Yuli memasukkan beras yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa berbentuk kantong segi empat.

Sesudah terisi tiga perempat beras, ia pun menutup kembali lubang yang ada di ujung kantong dengan cara merapatkan kembali janur.

Hal itu dia lakukan terus menerus sampai seluruh kantong janur yang akan dimasaknya terisi beras.

Baca: PP Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 2018 Tanggal 15 Juni

Sesudah semua terisi, barulah kantong-kantong itu dimasukan ke dalam panci berisi air untuk direbus minimal 4 jam hingga menjadi ketupat.

Selain membuat ketupat untuk keluarganya sendiri, ibu yang bermukim di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini, juga memasak ketupat pesanan keluarga muslim yang ada di sekitarnya.

Menjelang Idul Fitri, banyak umat Islam di Indonesia memasak ketupat untuk dihidangkan sebagai menu utama di hari raya Lebaran.

Ketupat adalah hidangan khas pada Hari Raya <a href='http://manado.tribunnews.com/tag/lebaran' title='Lebaran'>Lebaran</a> di Indonesia

Namun, karena proses memasak ketupat yang ribet dan memakan waktu lama, sebagian keluarga muslim lebih memilih membeli ketupat yang sudah jadi ketimbang memasaknya sendiri.

Nah, untuk alasan itulah Yuli memasak banyak ketupat. Ia membandrolnya dengan harga cukup terjangkau, yaitu Rp 2.000 per ketupat ukuran sedang.

Selain Yuli, masih banyak orang lain di luar sana yang menjual ketupat matang untuk keperluan hari taya Idul Fitri.

Baca: Inilah Kumpulan Ucapan Selamat Idulfitri, Cocok Dikirim ke Teman & Sanak Saudara!

Halaman
123
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help