Nuruzzaman Kesal Fadli Zon Hina Kiai: Mundur dari Gerindra

Cuitan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Twitter menyulut amarah Nuruzzaman. Cuitan Fadli yang mengatakan Katib Aam

Nuruzzaman Kesal Fadli Zon Hina Kiai: Mundur dari Gerindra
Istimewa
Fadli Zon 

"Dan jabatan tersebut selalu melekat, tak bisa dipisahkan. Artinya, sebagai pejabat negara sikap politik luar negerinya, harus tunduk pada konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Tak boleh keluar dari koridor tersebut." tuturnya.
Fadli mengatakan selain bermasalah secara prosedural, kunjungan anggota Wantimpres ke Israel juga mengandung cacat moral.

Pasalnya kunjungan dilakukan di tengah agresifitas serangan Israel ke Palestina belakangan ini. Ia mengatakan sangat ironis jika ada ada pejabat negara Indonesia berkunjung ke Israel kerena jelas menunjukkan sikap yang sangat tak sensitif.
"Selain itu, ironisnya lagi, kunjungan Staquf juga bisa dinilai oleh dunia internasional sebagai justifikasi simbolis dukungan pejabat negara Indonesia terhadap tindakan Israel selama ini." katanya.

Mengingat sikap politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, menurut Fadli kehadiran Staquf di Israel sangat tidak konstruktif. Bahkan kontraproduktif, apalagi jika memperhatikan pembicaraan Yahya Staquf di Forum Global AJC. Ia mengatakan tidak ada pernyataan Staquf yang menyiratkan dukungan terhadap Palestina. Bahkan dari video yang beredar, tak ada kata Palestina dalam pernyataan Staquf.

"Apakah ini menandai sikap polugri Indonesia yang sudah meninggalkan prinsip bebas aktifnya? Atau telah mengubah kebijakan terhadap Israel. Karena itu, sangat penting bagi pihak pemerintah untuk memberikan klarifikasi sekaligus teguran terhadap kunjungan anggota Wantimpres Staquf, yang menyandang status sebagai pejabat negara."pungkasnya.
Dibela

Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Yaqut menilai Yahya bukan tak membahas soal Palestina, melainkan mencoba 'memasuki' dan menyelesaikan konflik Palestina-Israel dengan cara lain. "Bukan tidak sama sekali membahas Palestina. Jadi mau melihat, itu kan langkah awal dari pertemuan-pertemuan berikutnya.

Itu kan langkah awal," kata Yaqut. Yaqut menjelaskan Yahya akan berada di Israel hingga 15 Juni mendatang. Akan ada sejumlah pertemuan lain hingga 14 Juni 2018. "Persoalan Israel ini jangan melulu dilakukan dengan pendekatan konflik. Jangan melalui perang. Ini mencoba mendekati konflik Palestina-Israel dengan cara yang lain," jelas Yaqut.

"Masih ada beberapa pertemuan, karena Pak Yahya di sana sampai 15 Juli. Nanti kita tunggu saja video berikutnya," tuturnya.
Yaqut juga menegaskan kunjungan Yahya ke Israel tak mengatasnamakan PBNU maupun Wantimpres. "Agenda tunggalnya untuk mengusahakan kemerdekaan Palestina. Logika yang kita bangun hampir sama dengan yang dulu digunakan Gus Dur. Bagaimana kita menghentikan invasi ke Palestina kalau kita tidak berhubungan dengan Israel,"kata Yaqut. (Tribun Network/fik/wly)

 

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help