Anas dan Angie tak Dapat Remisi Lebaran: 83 Napi Koruptor dan 7 Napi Teroris Dikurangi Hukuman

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM kembali memberikan hak pengurangan masa hukuman.

Anas dan Angie tak Dapat Remisi Lebaran: 83 Napi Koruptor dan 7 Napi Teroris Dikurangi Hukuman
Warta Kota/Henry Lopulalan
Lucky Sondakh menemani putrinya Angelina Sondakh sempat jatuh pingsan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus pencucian uang Nazaruddin. untuk kembali ke LP Pondok Bambu. dari Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (6/12/2012) kemarin. 

Belum selesai menjalani masa hukuman pada kasus pertama, suami Neneng Sri Wahyuni itu divonis lagi pada 15 Juni 2016 atas kasus gratifikasi dan pencucian uang. Dia divonis enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider satu tahun kurungan.

Dalam kasus itu, Nazar terbukti menerima gratifikasi dari PT Duta Graha Indah dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek di bidang pendidikan dan kesehatan yang jumlahnya mencapai Rp40,37 miliar. Dari uang tersebut, Nazar salah satunya membeli saham Garuda Indonesia pada 2011, menggunakan anak perusahaan Permai Grup.

Total hukuman yang harus dijalaninya adalah 13 tahun penjara. Namun, karena Nazar sudah berstatus sebagai justice collaborator, dia kerap mendapat remisi. Terakhir, Nazar mendapat remisi lima bulan pada peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2017.

Setidaknya Nazar telah menerima pengurangan masa hukuman atau remisi sebanyak 28 bulan sepanjang dia menjadi narapidana atas dua kasus.

Nazar mulai menjalani masa hukuman pada 2012 dan seharusnya dia bisa bebas pada 2025. Namun, dengan sering dan banyaknya remisi yang diberikan, maka Nazar diperkirakan bisa menghirup udara bebas lebih cepat, yakni pada 2023.

Mantan kolega Nazaruddin yang juga tidak mendapatkan remisi pada Hari Lebaran tahun ini adalah napi koruptor Angelina Sondakh. Angelina,-apaan Angelina, tidak mendapat pengurangan remisi karena belum juga bisa membayar uang pengganti atas kasus korupsinya sebesar lebih dari Rp 2,5 miliar.

"Angie enggak dapat remisi dan sulit dapat karena beberapa syarat pemberian remisinya belum bisa dipenuhi. Salah satu kendala utamanya karena Angie belum melakukan pembayaran atas kewajiban membayar uang pengganti. Jadi, sampai sekarang Angie belum melakukan pembayaran itu dan enggak pernah dapat remisi," ujar Kepala Lapas Rutan Pondok Bambu, Ika Yusanti.

Angelina Patricia Pingkan Sondakh selaku mantan anggota DPR dari Demokrat divonis bersalah atas kasus korupsi pembahasan anggaran proyek Hambalang Kemenpora dan Kemendikbud.

Sebelumnya, MA mengabulkan Peninjauan Kembali yang diajukan Angie sehingga mengurangi vonis menjadi pidana penjara 10 tahun ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Mantan Putri Indonesia itu juga diganjar hukuman membayar uang pengganti Rp 2,5 miliar dan 1,2 juta dolar AS, subsider 1 tahun penjara.

Putusan MA ini lebih ringan dibandingkan hukuman yang diberikan majelis kasasi MA yakni 12 tahun penjara dan hukuman denda Rp500 juta ditambah kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp12,58 miliar dan 2,35 juta dolar AS (sekitar Rp27,4 miliar). (Tribun  Network/git/coz)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help