Anas dan Angie tak Dapat Remisi Lebaran: 83 Napi Koruptor dan 7 Napi Teroris Dikurangi Hukuman

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM kembali memberikan hak pengurangan masa hukuman.

Anas dan Angie tak Dapat Remisi Lebaran: 83 Napi Koruptor dan 7 Napi Teroris Dikurangi Hukuman
Warta Kota/Henry Lopulalan
Lucky Sondakh menemani putrinya Angelina Sondakh sempat jatuh pingsan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus pencucian uang Nazaruddin. untuk kembali ke LP Pondok Bambu. dari Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (6/12/2012) kemarin. 

Remisi bagi narapidana kasus korupsi, narkotika, terorisme dan kejahatan HAM membutuhkan syarat lain, yakni mendapatkan status justice collaborator. Status itu bisa diberikan oleh jika napi tersebut bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar tindak pidana yang dilakukan. Selain itu, untuk narapidana kasus korupsi disyaratkan telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan.

Salah satu napi kasus korupsi di Lapas Sukamiskin yang tidak bisa mendapatkan remisi khusus Hari Lebaran adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sekaligus kolega Nazaruddin. Anas tidak diajukan dan tidak bisa menerima remisi karena dia tidak mendapatkan status JC dari KPK terkait perkaranya. Beberapa mantan pejabat dan kepala daerah yang menjadi penghuni di Lapas Sukamiskin juga tidak mendapatkan remisi pada Hari Lebaran kali ini.

"Setya Novanto (mantan Ketua DPR) enggak dapat, kalau Gayus Tambunan (mantan pegawai pajak) bukan di lapas sini, Akil Mochtar (mantan Ketua Mahkamah Konstitutsi) hukumannya pidana penjara seumur hidup jadi enggak akan dapat remisi, Suryadharma Ali (mantan Menteri Agama) juga enggak dapat JC, Lutfi Hasak Ishaq (mantan Presiden PKS) juga enggak dapat JC, Dada Rosada (mantan Wali Kota Bandung) juga enggak dapat remisi," terangnya.

"Di Lapas Sukamiskin, napi kasus korupsi yang dapat JC enggak banyak, enggak sampai 30 orang," imbuhnya.

Anas Urbaningrum adalah kolega Nazar di Partai Demokrat sekaligus di DPR sebelum terjerat kasus korupsi proyek Hambalang adan pencucian uang.

Di tingkat kasasi, Mahkamah Agung menghukum Anas dengan 14 tahun pidana penjara dan denda Rp 5 miliar subsidair 1 tahun 4 bulan bulan kurungan atas dua kasus tersebut. Anas juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 57,592 miliar kepada negara.

Anas Urbaningrum.
Anas Urbaningrum. (KOMPAS/YUNIADHI AGUNG)

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Jabar, Alfi Zahrin menjelaskan terdapat 126 napi dari Lapas Sukamiskin yang diajukan mendapat remisi khusus pada Hari Raya Idul Fitri kali ini. Mereka terdiri dari 29 napi kasus korupsi dan 97 napi pidana umum.

Lama masa remisi yang diajukan kepada 126 napi tersebut bervariasi, mulai 15 hari hingga dua bulan. Rencananya, upacara penyerahan remisi khusus tersebut rencananya akan diberikan pada Hari Raya Idulfitri 1439 H di Lapas Klas I Cirebon.

Sebelumnya, Muhammad Nazaruddin selaku mantan anggota DPR dari Partai Demokrat divonis 4 tahun penjara sepuluh bulan penjara dan denda Rp200 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Perkaranya ialah suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 dan Gedung Serba Guna Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan.

Mahkamah Agung kemudian memperberat pidana Nazaruddin menjadi tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp300 juta.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help