Anas dan Angie tak Dapat Remisi Lebaran: 83 Napi Koruptor dan 7 Napi Teroris Dikurangi Hukuman

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM kembali memberikan hak pengurangan masa hukuman.

Anas dan Angie tak Dapat Remisi Lebaran: 83 Napi Koruptor dan 7 Napi Teroris Dikurangi Hukuman
Warta Kota/Henry Lopulalan
Lucky Sondakh menemani putrinya Angelina Sondakh sempat jatuh pingsan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus pencucian uang Nazaruddin. untuk kembali ke LP Pondok Bambu. dari Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (6/12/2012) kemarin. 

Untuk pemberian remisi kepada terhadap 80.430 narapidana pada Hari Lebaran kali ini saja bisa menghemat anggaran biaya makan narapidana lebih dari Rp 32 miliar. Angka tersebut didapat dari jumlah biaya makan narapidana per orang tiap hari dikalikan jumlah hari tinggal narapidana yang dihemat karena remisi.

"Biaya makan narapidana yang dihemat Rp. 32.417.910.000, yakni biaya makan per orang per hari sebesar Rp. 14.700 dikalikan 2.205.300 hari tinggal yang dihemat karena remisi," kata Sri.

Direktur pembinaan, latihan kerja dan produksi, narapidana Harun Sulianto mengatakan besaran remisi yang diberikan kepada narapidana paling sedikit 15 hari sampai dengan paling banyak 2 bulan. Menurutnya besaran tersebut tergantung masa pidana yang telah dijalani tiap narapidana.

"Tahun ini yang terbanyak adalah penerima remisi 1 bulan yaitu 51.775 napi, disusul 15 hari dengan 21.399 napi, kemudian 1 bulan 15 hari yaitu 6.125 napi dan terakhir remisi 2 bulan hanya untuk 1.131 napi saja," terang Harun.

Ke Sekian Kali Nazar Dapat Remisi

Kementerian Hukum dan HAM menyetujui hanya tujuh narapidana kasus korupsi mendapatkan potongan hukuman atau remisi khusus dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 2018. Di antara napi yang berbahagia memperoleh remisi itu adalah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat sekaligus terpidana kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games 2011, Muhammad Nazarudin. Kali ini, Nazar bakal memperoleh masa hukuman selama dua bulan.

Remisi kembali diajukan dan diberikan kepada Nazar karena napi kasus korupsi yang satu ini telah memperoleh status Justice Collaborator (JC).

"Nazar karena dari dulu dapat remisi dengan sudahnya dia dapat status Justice Collaborator atau JC, maka Hari Raya ini kami sudah diajukan remisinya. Tapi, asimilasi Nazar tidak dapat. Kalau Anas tidak dapat remisi karena enggak dapat JC,"  ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Sukamiskin, Wahid Husein saat dihubungi.

Saat ini, pihak Lapas Sukamiskin masih menunggu Surat Keputusan (SK) persetujuan pemberian remisi dari Kemenkumham. "Nazar dua bulan, tapi SK-nya belum turun ke kami. Mungkin besok (hari ini) atau hari-Lebaran H ada," jelasnya.

Menurut Wahid, sebagaimana PP No 99/2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan hak Warga Binaan Pemasyarakatan, diatur adanya syarat memperoleh status JC dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlebih dahulu terhadap napi kasus kejahatan luar biasa, termasuk napi kasus korupsi, yang diusulkan atau diberikan mendapat remisi.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved